Usai IPO, Menthobi Karyatama siap percepat pengembangan bisnis

Perusahaan investasi bidang komoditas, PT Menthobi Karyatama Raya Tbk siap mempercepat pengembangan bisnis perseroan usai resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui mekanisme penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).

Emiten berkode saham MKTR itu melepas 2,5 miliar saham atau 20,83 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp120 per saham. MKTR berhasil meraih pendanaan sebesar Rp300 miliar.

"IPO ini menjadi momen penting bagi MKTR dalam upaya mempercepat pengembangan bisnis dan investasi perusahaan. Sebagai perusahaan publik, MKTR kini memiliki akses keuangan dan jejaring bisnis yang terbuka lebar, sehingga perusahaan dapat mengoptimalkan peluang pasar untuk bertumbuh semakin besar," kata Direktur Utama MKTR Harry M. Nadir dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Harry menyampaikan, perseroan telah menyiapkan strategi yang matang dan terintegrasi baik jangka pendek, menengah dan panjang.

Melalui pengembangan bisnis yang terukur, prudent, disiplin dalam eksekusi atas semua strategi perseroan, lanjut Harry, MKTR menyiapkan diri untuk menjadi perusahaan investasi bidang komoditi terdepan dengan konsep yang ramah lingkungan dan berkesinambungan.

MKTR merupakan perusahaan yang berfokus pada pengelolaan hasil perkebunan. Dalam beberapa tahun terakhir, MKTR terus berkembang dan menjadi salah satu perusahaan dengan tata kelola terbaik dengan konsep integrasi antara hasil perkebunan, pengolahan dan pemanfaatan limbah dengan standar yang tinggi serta transport manajemen yang baik.

Adapun langkah IPO dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas sebagai perusahaan investasi di bidang agrobisnis dengan tata kelola yang berorientasi pada prinsip berkelanjutan sehingga bisa memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.

Menurut Harry, peningkatan pendapatan MKTR ke depan akan ditopang oleh pertumbuhan produksi yang didukung oleh profil tanaman yang masih muda yang dimiliki perusahaan. Kemudian, luas lahan yang belum tertanam akan turut mendukung penanaman baru dan pertumbuhan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit pada masa yang akan datang.

"Saat ini usia tanaman MKTR berada pada masa produktif dan masih first planting, sehingga potensi untuk replanting masih jauh sekali, mungkin untuk 20 tahun ke depan masih sangat produktif. Ruang pertumbuhan MKTR masih besar sekali. Ditambah, MKTR masih memiliki lahan yang cukup luas yang belum ditanami," ujar Harry.

Berdasarkan hasil penawaran umum MKTR yang berlangsung selama empat hari kerja sejak 1 November 2022 sampai dengan 4 November 2022, pemesanan saham IPO MKTR oleh investor pada periode penawaran umum mencapai Rp1,2 triliun atau mengalami kelebihan pemesanan (oversubscribed) 31 kali.

Nilai pemesanan saham MKTR itu menunjukkan minat investor yang sangat tinggi untuk berinvestasi pada saham MKTR karena kinerja fundamendal dan prospek pertumbuhan MKTR yang baik.

Bersamaan dengan saham yang diterbitkan dalam IPO tersebut, MKTR juga menerbitkan Waran Seri I sebanyak 2,5 miliar secara cuma-cuma kepada para investor dengan rasio satu saham IPO mendapatkan satu Waran Seri I.

Waran Seri I tersebut nantinya dapat dilaksanakan menjadi saham MKTR dengan harga pelaksanaan Rp150 per saham, sehingga investor memiliki kesempatan untuk menambah investasinya di MKTR.

Baca juga: Enam perusahaan catatkan saham perdana bareng di BEI

Baca juga: Kemenparekraf gandeng BEI dukung pelaku usaha parekraf untuk IPO