Usai Libur Panjang, Rupiah Ditutup Melemah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada pada Senin sore ditutup melemah pasca-libur panjang pada pekan lalu.

Dikutip dari Bloomberg, Senin (2/11/2020), rupiah Senin sore ditutup melemah 15 poin atau 0,1 persen ke posisi Rp 14.640 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya Rp14.625 per dolar AS.

"Hari ini rupiah memang sedikit terkoreksi ke level Rp 14.640, dan relatif stabil di range Rp 14.640 sampai Rp14.695 per dolar AS. Memang efek dari libur panjang sehingga lag impact-nya berdampak pada perdagangan di awal pekan ini," kata Analis Pasar Uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto di Jakart, seperti dikutip dari Antara, Senin (2/11/2020).

Menurut Rully, pergerakan rupiah juga dipengaruhi aksi wait and see pelaku pasar menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) di AS dan publikasi PDB domestik kuartal III pada Kamis (5/11) nanti.

Selain itu peningkatan kasus positif COVID-19 yang mendorong pemberlakukan lockdown di sejumlah negara, dikhawatirkan mengganggu pemulihan ekonomi sehingga pelaku pasar mencari aset aman.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp14.650 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp14.640 per dolar AS hingga Rp 14.695 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin menunjukkan rupiah melemah menjadi Rp14.718 per dolar AS dibandingkan hari sebelumnya di posisi Rp14.690 per dolar AS.

Penambahan Kasus Covid-19 Global Bawa Rupiah Melemah

Mata uang Rupiah, Jakarta, Kamis (16/7/2020). Rupiah secara point to point pada triwulan II 2020 mengalami apresiasi 14,42 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Mata uang Rupiah, Jakarta, Kamis (16/7/2020). Rupiah secara point to point pada triwulan II 2020 mengalami apresiasi 14,42 persen. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah pada perdagangan awal pekan ini. Hal ini seiring pertambahan kasus Covid-19 secara global.

Mengutip Bloomberg, Senin (2/11/2020), rupiah dibuka di angka 14.650 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.625 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah berada di level 14.687 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.650 per dolar AS hingga 14.692 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 5,92 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah dipatok di angka 14.718 per dolar AS, melemah jika dibandingkan patokan sebelumnya yang ada di angka 14.690 per dolar AS.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan terkoreksi seiring kenaikan jumlah kasus positif COVID-19 secara global.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin, mengatakan, beberapa sentimen negatif membayangi pergerakan harga di pasar keuangan hari ini.

"Kasus penularan COVID-19 yang meninggi yang mendorong pemberlakuan lockdown di beberapa negara Eropa, mendorong sentimen negatif tersebut," ujar Ariston.

Ariston menuturkan pemberlakuan lockdown akan mengganggu pemulihan ekonomi dan berpotensi mendorong pelemahan rupiah terhadap dolar AS karena pasar mencari aman.

Selain itu, lanjutnya, stimulus fiskal AS yang ditunda juga mendorong pelaku pasar mencari aset aman.

"Dari dalam negeri, pasar mewaspadai kegiatan demo penolakan UU Cipta Kerja yang akan berlangsung hari ini," kata Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah berpotensi melemah di kisaran Rp14.600 per dolar AS hingga Rp14.750 per dolar AS.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: