Usai Minum Tuak, Pemuda di Sumut Bacok Ibunya Hingga Kritis

·Bacaan 1 menit

VIVA - Seorang pemuda, Armansyah Sembiring (28), ditangkap petugas kepolisian karena membacok ibu angkatnya, Supiatik (65), hingga kritis. Peristiwa terjadi di rumah mereka di Desa Tanjung, Kecamatan Pagar Merbabu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis malam, 27 Mei 2021, sekitar pukul 23.30 WIB.

Kejadian itu diketahui pertama kali oleh anak kandung korban bernama Erwin karena korban meminta tolong. Rumah mereka hanya berjarak 25 meter.

“Setelah pulang bekerja, pelapor (Erwin), mendengar suara korban berteriak dengan mengatakan ‘Win, tolong Win,” kata Kapolsek Pagar Merbabu Iptu I.R. Sitompul, Jumat, 28 Mei 2021.

Sitompul menjelaskan pelaku membacok ibu angkatnya menggunakan arit atau sabit. Akibatnya, korban mengalami luka di sekujur tubuhnya.

“Pelapor (Erwin) melihat korban dalam keadaan berdarah-darah dan mengalami luka robek di bagian kening, di bagian pipi, dan di bagian tangan kiri, seperti terkena senjata tajam,” tutur Sitompul.

Baca juga: Orang Gangguan Jiwa Ngamuk, Warga Dibacok

Erwin lantas bertanya kepada korban siapa melakukan itu. Supiatik menjawab adalah Armansyah.

Dibantu warga sekitar, pelaku berhasil ditangkap dan diserahkan kepada kepolisian. Sedangkan, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Kepada petugas, Armansyah mengakui perbuatannya. Pelaku menganiaya ibunya setelah meminum tuak sehingga timbul niat untuk menganiaya korban karena dipicu dendam.

“Setelah minum tuak dia membangunkan korban terlebih dahulu, kemudian langsung tangan kanannya mencekik leher korban dan tangan kiri memegang ke dua tangan korban, tetapi korban berteriak minta tolong,” tutur Sitompul.

Sitompul menjelaskan untuk motif pelaku membacok ibu angkatnya. Karena pernah korban menuduh ia mencuri uang. Kini, Armansyah masih terus dilakukan pemeriksaan oleh petugas kepolisian di Mako Polsek Merbabu.

“Motif pelaku tega melakukan penganiayaan tersebut karena dendam lama terhadap ibu angkatnya yang mana dirinya pernah dituduh mencuri uang hasil penjualan tape milik korban," kata Sitompul.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel