Usai MotoGP, NTB Kini Bersiap Gelar Event Bergengsi Dunia MXGP

Merdeka.com - Merdeka.com - Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah sukses menggelar perhelatan MotoGP beberapa waktu lalu. Kini event balap berskala internasional bakal kembali disajikan di sana. Pemerintah daerah setempat sedang sibuk menyiapkan pelaksanaan Motorcross Grand Prix (MXGP) di kawasan Samota, Kabupaten Sumbawa.

Sirkuit Samota memiliki panjang sekitar 1.800 meter. Tahapan awal sudah mulai dibangun yaitu pitlead, sky box dan bangunan utama lain sesuai dengan standar FIM dan Infront. Total 20 hektare lahan telah disiapkan untuk mendukung event internasional ini.

MXGP rencananya akan start balapan di tanggal 24 Juni 2022. Tahapan race berlangsung hingga tanggal 26 Juni. Persiapan sarana ditargetkan rampung paling lambat tanggal 15 Juni.

"Target kita itu paling lambat 15 Juni atau dua pekan sebelum MXGP," kata Kepala Dinas PUPR NTB, Ridwan Syah di Mataram, Selasa (10/5).

Komandan Lapangan MXGP Samota itu menyatakan nantinya pengerjaan sirkuit ini diawasi langsung tim Infront selaku promotor MXGP.

"Kami optimistis pembangunan sirkuit ini tepat waktu. Karena kita masih memiliki waktu efektif satu bulan lagi," terang Ridwan.

Ridwan mengatakan antusiasme tim Infront untuk melihat sirkuit tersebut terealisasi sangat besar. Hal ini menyebabkan adanya penambahan jumlah tim yang akan berlaga di MXGP Samota.

"Awalnya pembalap dan kru yang akan datang itu 400-500. Tapi nampaknya akan bertambah karena mereka minta sendiri," ujarnya.

Kepala Dinas PUPR NTB ini menyatakan kontrak penyelenggaraan MXGP untuk Juni tersebut, berlaku selama empat tahun atau mulai 2022 sampai 2025.

PT Samota Enduro Gemilang selaku panitia telah membayar promoting fee kepada Infront Moto Racing selaku promotor sebesar Rp8 miliar.

"Untuk promoting fee kita sudah bayar sekitar Rp8 miliar. Yang membayar adalah PT Samota Enduro Gemilang," katanya.

Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengatakan pemilihan sirkuit di Samota juga sesuai dengan harapan dari tim Infront MXGP.

"Mereka suka dengan kontur areanya, pemandangannya dan juga kondisi tanahnya," kata Zulkieflimansyah.

Tim Infront ke Samota yang meninjau lokasi ingin memastikan bahwa data-data yang disampaikan baik foto dan juga video, sesuai dengan kondisi kenyataan di lapangan.

"Sebab sekarang kadang-kadang foto dan juga video lebih indah daripada kondisi aslinya. Jadi mereka tidak mau terkecoh dengan foto dan juga video yang sudah kita sampaikan sebelumnya. Setelah melihat kondisi di lapangan mereka sangat bergembira dan bisa memastikan bahwa MXGP Samota akan tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan pada 24-26 Juni 2022," terang Zulkieflimansyah.

PR Transportasi

Menurut dia, selain soal sirkuit, pekerjaan rumah besar yang perlu mendapat perhatian adalah transportasi ke lokasi kegiatan baik itu darat, laut dan udara. Salah satu bentuk usaha tersebut pihaknya sudah mendatangi sejumlah maskapai.

"Kita sudah mendatangi Air Asia dan Garuda Indonesia serta Kementerian Perhubungan, untuk membicarakan hal ini khususnya transportasi udara. Belum lagi soal jalur darat yang kita tahu jalan masih sempit ke lokasi," katanya.

Selain persoalan tersebut, pihaknya kata Ridwan Syah sedang sibuk merapikan urusan tiket dan harga tiket. Namun kapan dan nilai tiket yang dijual, Ridwan belum bisa memberikan informasi lebih jauh.

"Soal tiket sedang disiapkan dan dihitung. Kalau harganya tidak akan mahal seperti saat MotoGP Mandalika," katanya.

Ridwan menambahkan untuk kapasitas penonton, sirkuit MXGP Samota bisa 50 ribu orang, meski demikian lanjut Ridwan kapasitas sirkuit bisa menampung 100 ribu orang.

"Nanti MXGP Samota kita akan luncurkan di Jakarta. Sekaligus kita akan gelar road show ke kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan Bali," katanya.

Persiapan Penginapan

Kepala Dinas Pariwisata NTB Yusron Hadi mengatakan, kebutuhan penginapan untuk penonton MXGP di Samota mencapai 10.000 kamar.

"Asumsi penonton MXGP Samota itu 100.000 orang. Penonton lokal dominan 80 persen dan 20 persen penonton luar NTB, sehingga paling tidak kita butuh 10.000 kamar untuk 20.000 orang," ujarnya.

Ia menjelaskan kondisi yang ada saat ini jumlah penginapan yang ada di Pulau Sumbawa di lima kabupaten dan kota yang ada baik itu hotel bintang, nonbintang, homestay, bungalow, vila dan camping ground itu baru tersedia 8.000 kamar, yang berarti masih ada kekurangan 2.000-an kamar.

"Di Kabupaten Sumbawa yang menjadi pusat lokasi MXGP itu baru ada 5.000 kamar, sehingga kita butuh alternatif tambahan penginapan hotel terapung seperti saat MotoGP Mandalika," kata Yusron Hadi.

Untuk hotel terapung ini, lanjut Yusron, pihak panitia sedang komunikasi dengan penyedia kapal terapung, karena terkait dengan daya tampung kolam labuh Pelabuhan Badas yang ada di Sumbawa serta kemampuan kapasitas pelabuhan.

"Kalau merujuk saat MotoGP kapal terapung yang disediakan itu cukup besar. Namun apakah saat MXGP bisa sama seperti itu (MotoGP) nanti tergantung lagi dengan kapasitas Pelabuhan Badas," ujarnya.

Selain penginapan penonton, yang tidak kalah dipikirkan bagaimana ketersediaan penginapan untuk kru dan pembalap MXGP yang totalnya diperkirakan mencapai 500 orang.

"Diperlukan 250 kamar untuk 500 orang. Dan itu ada tujuh hotel bintang tiga ke atas baik di Sumbawa dan Pulau Moyo yang nantinya dipersiapkan," kata mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB ini.

Sementara untuk penginapan 80 persen penonton lokal, kata Yusron, mereka bisa menginap di mana saja, termasuk hotel, camping ground yang nantinya disediakan atau rumah-rumah warga.

"Karena untuk penonton MXGP lebih mudah daripada penonton MotoGP yang harus mencari penginapan hotel bintang," katanya. Dikutip dari Antara. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel