Usai Pengeroyokan, Polisi Sebut Pengendara Moge Masih di Bukittinggi

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Polda Sumatera Barat menyatakan, para rombongan motor gede (moge) yang berasal dari Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Chapter Indonesia, masih berada di Bukittinggi, usai disangkutkan akan masalah pengeroyokan Anggota TNI.

"Masih, semua masih berada di Bukittinggi," kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Stefanus Satake saat dihubungi, Minggu (1/11/2020).

"Mereka rencananya akan touring ke titik nol, Sabang Aceh tapi karena ada kejadian pengeroyokan tersebut perjalanan terhenti sementara," lanjut dia.

Menurut Stefanus, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah rombongan pengendara moge tersebut masih diperkenakan untuk melakukan touring atau tidak usai insiden pengeroyokan tersebut. Pasalnya kendaraan mereka masih berada di Polres.

"Nanti kita lihat situasi apakah mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan atau tidak. Sementara ini yang tidak terlibat masih menginap di salah satu hotel di Bukittinggi," ungkap Stefanus.

Empat Tersangka

Stefanus menuturkan, Polres Bukit Tinggi bergerak cepat mengusut tuntas peristiwa pengeroyokan tersebut. Hingga saat ini, empat orang dari HOG ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah BSA, MS, H, dan JAD.

"Semuanya ditahan di Rutan Polres Bukittinggi," ujar dia.

Dia menjelaskan, HOG berangkat dari Bandung menuju ke Sabang, Aceh melalui jalur darat.

Namun, ketika melewati Bukit tinggi beberapa orang dari mereka terlibat perselisihan dengan dua pengendara sepeda motor hingga berujung ke pengeroyokan. Belakangan diketahui korbannya adalah Serda Mistari dan Serda Yusuf.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: