Usai Penusukan Brutal, Prancis Terapkan Status Keamanan Tertinggi

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Prancis meningkatkan status keamanan level tertinggi di seluruh wilayahnya usai terjadinya serangan penusukan brutal dan mematikan yang telah menewaskan tiga warganya di depan Gereja Notre Dame, Kota Nice.

Pemberlakuan status darurat tersebut itu diumumkan oleh Perdana Menteri Prancis Jean Castex pada Kamis 29 Oktober 2020 di hadapan Majelis Nasional Prancis. Castex juga mengatakan pemerintah akan memberikan respons yang tegas atas tindakan tersebut.

Dilansir dari Aljazeera, pada Kamis 29 Oktober 2020, dijelaskan bahwa Castex akan menutup sejumlah jalan-jalan di sekitar lokasi serangan dan di dekat gereja Notre Dame. Pemerintah juga akan bersikap tegas atas serangan tersebut.

Seperti diketahui, aksi brutal terjadi di kota Nice, Prancis pada Kamis pagi 29 Oktober 2020 waktu setempat. Serangan dilakukan oleh seorang pria tak dikenal dan terjadi di Gereja Notre Dame Kota Nice Prancis.

Dikutip dari BBC, Wali Kota Nice Christian Estrosi mengatakan telah terjadi serangan teroris di jantung basilika Notre-Dame. Seorang korban lansia yang datang untuk berdoa hampir dipenggal.

Sementara untuk, tersangka Estrosi mengatakan telah ditembak dan ditahan tidak lama kemudian. "Ini Islamo-fasisme dan bahwa tersangka telah mengulang tanpa henti (teriak) Allahu Akbar," kata Estrosi.

Sementara itu, Presiden Emmanuel Macron diketahui sedang dalam perjalanan ke tempat kejadian. Dan Jaksa anti-teror nasional Prancis telah membuka penyelidikan pembunuhan.

Selain itu, serangan teror juga terjadi di dua tempat lain pada sepanjang Kamis pagi, yaitu satu di prancis dan satu lagi di luar kedutaan besar Prancis di Arab Saudi.

Adapun untuk korban penyerangan di Gereja Kota Nice, diketahui adalah seorang wanita tua dan seorang pria yang sudah ditemukan tewas dengan tenggorokan terpotong. Kemudian, ada satu wanita yang berhasil melarikan diri dengan sejumlah luka tikam namun meninggal kemudian.

Diketahui, empat tahun lalu Kota Nice pernah menjadi tempat terjadinya serangan teror lainnya, ketika seorang pria mengendarai truk ke kerumunan tepi pantai, menewaskan 86 orang.