Usai tembak polisi, bandar narkoba kabur ke kebun warga

MERDEKA.COM. Brigadir Syahri Rahmad, anggota Polsek Langsa Kota, Aceh, kritis setelah ditembak bandar narkoba, Wahyuddin. Pelaku kemudian kabur menuju ke belakang kebun milik warga setempat.

"Tersangka Wahyu langsung melarikan diri dengan membawa pistol laras pendek jenis Revolver ke belakang kebun-kebun milik warga setempat," Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Gustav Leo, Rabu (18/9).

Polisi dengan dibantu personel Brimob masih melakukan pengejaran. Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Honda Revo dan HP Samsung.

Sebelumnya, Brigadir Syahri Rahmad, kritis setelah ditembak bandar narkoba, Rabu (18/9). Tersangka pelaku juga dilaporkan sebagai DPO, kasus kepemilikan senjata api yang kabur dari RTP Polda Sumut beberapa waktu lalu.

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Aceh Kombes Gustav Leo, peristiwa penembakan ini bermula saat Brigadir Syahri Rahmad bersama anggota Polsek Langsa Barat, Bripka Faisal, menyelidiki bandar sabu di kawasan Sungai Raya.

Saat itu, sekitar pukul 13.30 WIB, keduanya melakukan penyamaran dan berpura-pura membeli sabu. Mereka berhasil bertransaksi dengan Wahyuddin alias Sidin (35), di Jalan Medan-Aceh, tepatnya di Simpang Damar, Desa Buket Selamat, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur.

Transaksi dilakukan di dalam mobil. Saat transaksi berlangsung, Faisal langsung menangkap Wahyuddin dan mengamankan sabu yang dipesan. Namun dia berontak, sehingga terjadi pergumulan.

Wahyuddin berhasil keluar mobil dan terjatuh. Pria yang diketahui beralamat di Desa Labuhan Kedai, Sungai Raya, itu kemudian mencabut senjata jenis revolver dari pinggangnya. Syahri Rahmad yang akan menyergap dari arah depan mobil dia tembak. Peluru pistol pelaku mengenai pinggang Syahri.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.