Usai Tunjuk-tunjuk HRD, Anies Kini Pajang Muka Bos Ray White

·Bacaan 1 menit

VIVAGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjadi perhatian publik usai sidak ke beberapa perusahaan di Jakarta yang kantornya masih Work From Office (WFO) saat kebijakan PPKM darurat Jawa-Bali 3-20 Juli 2021. Kemarin, Anies marah-marah hingga menunjuk-nunjuk HRD Ray White yang kedapatan meminta karyawannya bekerja di kantor bukan di rumah.

Anies menunggah kegiatan sidak nya itu ke akun Instagram pribadinya @aniesbaswedan. Ada yang menarik dalam foto yang diunggah Anies, mantan Mendikbud RI itu ternyata juga memposting muka bos Ray White.

Anies mengunggah muka bos Ray White Indonesia Johann Boyke Nurtanio pada slide ke-5 unggahannya itu. Tidak ada keterangan apapun mengenai bos properti yang masuk dalam postingan Anies selain keterangan perihal pelanggaran kebijakan PPKM darurat. Dalam sidak di kantor Ray White, Anies bahkan terlihat marah hingga menunjuk-nunjuk salah satu HRD bernama Diana.

Baca juga: Jawaban Menohok PT Equity Life Usai Disidak Anies

Diana yang menggunakan baju kemeja berwarna gelap itu hanya pasrah saat kedapatan melanggar kebijakan PPKM darurat tersebut. Usai menggelar sidak ke kantor Ray White, Anies pun mendatangi kantor Equity Life dan mendapati ibu hamil yang masuk kerja.

Begini kata Anies usai lakukan sidak:

Pesan Untuk Semua Yang Bekerja di Jakarta

Tadi baru saja inspeksi gedung-gedung kantor di Jakarta bersama Kepolisian, Satpol PP dan Disnaker.

Kami menemukan masih ada kantor-kantor yang bukan sektor esensial/ kritikal tapi masih tetap masuk bekerja atau esensial tapi melebihi 50%. Ini bukan sekadar pelanggaran peraturan PPKM Darurat yang dibuat pemerintah, ini adalah pelanggaran atas tanggung jawab kemanusiaan.

Kantor-kantor yang melanggar langsung kami segel, ditutup kantornya, semua karyawannya dipulangkan untuk bekerja dari rumah dan pemilik/manajer kantor diproses hukum oleh kepolisian.

Sekali lagi ini bukan soal aturan, bukan soal pasal-pasal, ini soal nyawa. Untuk melindungi sesama, melindungi saudara-saudara kita, melindungi pekerja yang bekerja untuk kita. Jangan ada lagi, pemilik dan petinggi perusahaan bisa WFH di rumah dengan aman, sementara pekerjanya diharuskan pergi dari rumah, masuk kerja dan ambil resiko. Ayo, semua harus ikut ambil tanggung jawab itu.

Bila tempat Anda bekerja bukan sektor esensial, tapi masih masuk 100% atau sektor esensial tapi yg WFO lebih dari 50%, segera laporkan lewat JAKI secara anonim, kerahasiaan pelapor dijamin.

Masa-masa sulit ini akan bisa lebih cepat selesai bila kita semua bekerja sama dengan disiplin menjaga keselamatan bersama.

Bantahan Equity Life

PT Equity life pun akhirnya buka suara. "PT Equity Life Indonesa beserta kantor-kantor pemasaran perusahaan asuransi jiwa yang termasuk dalam sektor usaha esensial berdasarkan ketentuan Instruksi Mendagri No.15 tahun 2021 perihal pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat darurat corona virus," tulis akun instagram remsi @equitylifeindonesia, Rabu 7 Juli 2021.

Selain itu juga, perusahaan tersebut mengaku selalu mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Kami memastikan dalam menjalankan aktivitas bisnis maupun operasional selalu mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah dengan menerapkan prokes yang berlaku dan termasuk pemberlakuan maksimum karyawan WFH sebesar 50 %," tulis dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel