Usai Vaksin COVID-19, Orang dengan Kondisi Ini Rasakan Efek Lebih Kuat

·Bacaan 2 menit

VIVA – Vaksin COVID-19 yang beredar saat ini telah terbukti aman dan efektif untuk digunakan. Beberapa gejala ringan yang dirasakan usai melakukan vaksin, seperti demam, nyeri di tempat suntikan, lelah atau mudah mengantuk, adalah reaksi yang wajar yang ditimbulkan usai vaksinasi.

Namun, ada beberapa orang yang berisiko lebih tinggi merasakan efek samping yang lebih kuat dibanding yang lain, usai melakukan vaksinasi. Siapa saja?

Menurut studi kasus dan pengamatan, berikut kelompok orang yang mungkin mendapatkan reaksi yang lebih terhadap vaksin COVID-19, dilansir Times of India, Rabu 4 Agustus 2021.

Orang dengan riwayat efek samping sebelumnya
Orang-orang yang memiliki riwayat reaksi merugikan sebelumnya, baik terhadap vaksin atau jenis obat apapun, cenderung lebih sensitif dan mungkin lebih rentan menderita efek samping yang lebih serius.

Meskipun tidak ada cara untuk memprediksi seberapa besar kemungkinan reaksi merugikan ini terhadap vaksin COVID-19, namun riwayat atau reaksi sebelumnya dapat menciptakan ruang untuk meningkatkan reaksi kekebalan.

Mereka yang menderita autoimun atau penyakit tertentu juga berisiko sedikit lebih tinggi dibanding populasi umum lainnya. Orang-orang ini mungkin perlu melakukan tindakan pencegahan sebelum divaksin.

Orang dengan sinus atau punya alergi
Menderita alergi atau orang yang sensitif terhadap bahan yang terkandung dalam vaksin COVID-19, mungkin lebih rentan mengalami efek samping serius, termasuak anafilaksis.

Orang-orang ini diminta untuk lebih berhati-hati dan memberi tahu petugas kesehatan tentang risiko kesehatan sebelumnya, agar kondisi tidak menyenangkan yang mungkin muncul beberapa menit hingga seminggu setelah vaksin dapat dikelola dengan baik dan juga diobati.

Misalnya, orang yang alergi telur dapat bereaksi sedikit lebih keras terhadap vaksin COVID-19 dan lebih cenderung mendapatkan reaksi yang intens. Hati-hati, terhadap gejala apa pun yang muncul setelah mendapat suntikan vaksin.

Orang yang sedang mengonsumsi banyak obat
Ada obat-obatan tertentu yang menurut para ahli dapat menurunkan atau mengganggu kemanjuran vaksin COVID-19. Demikian pula, orang-orang yang sedang mengonsumsi beberapa obat, termasuk resep obat OTC, yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mendapatkan reaksi yang merugikan dari vaksin.

Sama halnya dengan efek samping yang didapat dari obat. Semakin banyak jumlah obat yang diminum, secara proporsional dapat meningkatkan risiko.

Oleh karena itu, disarankan agar orang yang menderita kondisi kronis atau sedang mengonsumsi obat dengan dosis tinggi, berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum menjadwalkan vaksin COVID-19.

Faktor usia dan keturunan
Dalam banyak kasus, usia, jenis kelamin, dan beberapa risiko keturunan, turut berperan dalam memengaruhi efek samping yang mungkin didapat dari melakukan vaksin.

Sebagai contoh, vaksin Pfizer, yang baru-baru ini dikaitkan dengan penyebab miokarditis, kembali dihentikan karena efek samping paling serius terlihat di antara pria yang lebih muda (mereka yang berusia antara 15-35 tahun).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel