Usai vonis, Rasyid Rajasa rogoh kocek beri hakim Rp 2.000

MERDEKA.COM. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan vonis 5 bulan kurungan dengan masa percobaan 6 bulan terhadap Rasyid Amrullah Rajasa (22). Usai membacakan vonis ketua majelis hakim J Soeharjono menyatakan bahwa terdakwa Rasyid Rajasa harus membayar uang perkara sebesar Rp 2.000 kepada Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

"Membebankan biaya perkara membayar dua ribu rupiah," ujar Soeharjono usai membacakan putusan, di PN Timur, Senin (25/3).

Pantauan merdeka.com, Senin (25/3), usai persidangan, Rasyid langsung berjalan ke depan menyalami tiga orang hakim, sambil membayar uang perkara sebesar Rp 2.000 kepada majelis hakim. Setelah itu Rasyid yang mengenakan kemeja warna putih berkerah hitam ini langsung meninggalkan ruang sidang tanpa bicara sedikit pun.

Dia pergi melalui pintu belakang sambil ditemani kuasa hukumnya. Tidak lama berselang, Ibu Rasyid, Oktiniwati Ulfa Dariah Rajasa, juga menyusul anaknya keluar.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur akhirnya menjatuhkan vonis terhadap Rasyid Amrullah Rajasa (22), terdakwa kasus kecelakaan maut yang menewaskan dua orang. Putra bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu dinyatakan bersalah dan divonis 5 bulan kurungan dengan masa percobaan 6 bulan.

Kuasa hukum Rasyid, Ananta Budiartika mengatakan,  pihaknya masih pikir-pikir untuk mengajukan banding terhadap keputusan majelis hakim itu. Sebab, dia mengatakan masih ada waktu untuk merundingkan langkah selanjutnya.

"Kami masih pikir-pikir dulu, karena kami ingin merundingkan, masih ada 7 hari lagi dan masih ada kesempatan keluarga untuk mengajukan banding," ujar dia.

Baca juga:
JPU: Putusan hakim soal Rasyid Rajasa sudah tepat
Divonis hukuman percobaan, Rasyid Rajasa tetap kecewa
Biar tak suuzon, hakim Rasyid pastikan tidak ada KKN
Riri: Tak ada saksi yang tahu kecelakaan disebabkan Rasyid

Topik Pilihan:
Presiden SBY | Kemelut Demokrat | polisi teladan | Kecelakaan Anak Hatta | Polisi Terkaya

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.