USAID alokasikan 10 juta dollar AS bantu percepat pembangunan Papua

United States Agency for International Development (USAID) mengalokasikan dana sebesar 10 juta dolar Amerika untuk mendukung rencana induk percepatan pembangunan di Papua.

USAID dengan yayasan kemanusiaan anak Wahana Visi Indonesia (WVI) yang akan bekerja sama dengan pemerintah akan memperkuat kerja sama dengan mitra pembangunan, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya, sekaligus membantu Provinsi Papua dan Papua

Barat dalam menggunakan dana otonomi khusus bagi warga lokal, kata Direktur USAID Indonesia Jeff Cohen di Jakarta.

Siaran pers yang diterima Antara, Sabtu, mengungkapkan USAID bersama Bappenas, pemerintah provinsi dan kabupaten di Papua akan meningkatkan kualitas layanan publik dan meningkatkan keterampilan lembaga lokal untuk mengawasi alokasi dan pelaksanaan anggaran, serta keterlibatan dengan warga lokal.

Sebelumnya USAID bersama Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Wahana Visi Indonesia (WVI) mengunjungi Provinsi Papua, Papua Barat, dan Papua Pegunungan untuk peluncuran inisiatif baru yang akan membantu mempercepat pembangunan di wilayah tersebut.

Baca juga: Indonesia dan AS bermitra untuk percepatan pembangunan di Papua

Baca juga: USAID-DP3AKB Papua peringati hari perempuan internasional

Kunjungan telah dilakukan dari tanggal 7-11 November 2022, kata Direktur USAID

Indonesia Jeff Cohen.

Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas Himawan Haryoga mengatakan, USAID dan Pemerintah Indonesia untuk lebih memahami tantangan pembangunan dan kebutuhan orang asli Papua (OAP) dalam pembangunan daerah.

“Dari diskusi sebelumnya dengan pemerintah daerah, pihaknya menangkap adanya tantangan pembangunan di Papua, khususnya terkait dengan pelaksanaan otonomi khusus,” kata Himawan Haryoga.

Himawan menambahkan, tantangan tersebut dapat dijawab melalui adanya rencana induk percepatan pembangunan Papua yang berdasarkan kebutuhan

Dengan berkolaborasi USAID diharapkan dapat meningkatkan fungsi dan akuntabilitas tata kelola pemerintahan di Papua dan Papua Barat.

Program ini akan diimplementasikan bukan

hanya oleh yayasan kemanusiaan Wahana Visi Indonesia (WVI), tetapi juga bersama

dengan mitra dari Community Social Organization (CSO) lokal seperti Kitong Bisa

Foundation (KBF) dan International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), kata

Himawan Haryoga.*

Baca juga: Dubes AS Melihat Program USAID-UNICEF di Papua