USDA olah bahan makanan AS jadi kuliner Indonesia

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkenalkan dan mengolah bahan makanan dari Amerika Serikat (AS) yang diolah menjadi sajian kuliner khas Indonesia dalam kegiatan Indonesian Regional Cuisine Travel Show di Bali.

"Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan beberapa masakan Indonesia dengan gunakan bahan-bahan Amerika Serikat yang berkualitas," ujar Agricultural Counselor USDA Rey Santella dalam keterangan yang diterima di Kabupaten Badung, Kamis.

Ia mengatakan, sebagian besar bahan makanan dari Amerika Serikat selama ini hanya dikenal untuk diolah menjadi menu makanan Amerika seperti steak salmon dan daging sapi.

Namun, menurut dia, bahan-bahan itu sebetulnya dapat diolah menjadi masakan Indonesia misalnya Alaska Salmon dapat dibuat untuk gulai atau lodeh salmon dan daging sapi asal Amerika tidak hanya bagus untuk dimasak menjadi steak tetapi juga cocok untuk diolah menjadi bakso atau se'i.

Baca juga: Indonesia bagi-bagi makanan khas Nusantara di ASEAN-China Fair

"Melalui kegiatan ini kami mempromosikan produk makanan dan minuman Amerika Serikat kepada importir, distributor, retailer dan restoran atau koki di Indonesia," katanya.

Oada kegiatan itu, USDA/Foreign Agricultural Service berkolaborasi dengan importir lokal seperti Indoguna, Libra Food Service, Alamboga, Primasari Eterna dan Bumi Menara Internusa untuk menyediakan makanan Amerika Serikat seperti daging sapi, babi, kacang polong, es krim, minuman, salmon.

Indonesian Regional Cuisine Travel Show juga didukung oleh kooperator USDA seperti Federasi Ekspor Daging Amerika Serikat, United States Meat Export Federation, Alaska Seafood Marketing Institute, California Milk Advisory Board dan PEKA Consult yang mewakili beberapa produk AS.

Rey Santella optimis pasar bahan makanan AS khususnya di wilayah Bali akan meningkat, karena Bali memiliki komunitas ekspatriat dan banyak turis asing yang datang ke Bali.

Baca juga: KBRI Den Haag promosikan ragam kuliner khas Indonesia

Segmen pasar itu sudah memiliki edukasi produk-produk internasional termasuk bahan makanan dari AS sehingga Bali menjadi pasar yang potensial.

"Kami sangat optimis dengan pasar di Indonesia khususnya di wilayah Bali ini," ungka Rey Santella.