Usia Bukan Hambatan untuk Kembangkan Diri Melalui CFA

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Aktivitas belajar kerap diasosiasikan dengan pendidikan formal. Di Indonesia, Pemerintah memiliki program wajib belajar 12 tahun, atau sampai jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat. Namun, dalam perkembangannya, banyak orang yang memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan setelahnya di bangku kuliah.

Secara umum, hal ini dimaksudkan untuk kelangsungan karier yang lebih baik pada masa mendatang. Bahkan tak sedikit yang ‘ketagihan’ untuk belajar. Baik melanjutkan kuliah, maupun menempuh program sertifikasi, seperti Program Chartered Financial Analyst (CFA).

CFA merupakan sertifikasi profesional yang ditawarkan oleh CFA Institute (www.cfainstitute.org) untuk profesi di bidang investasi dan keuangan yang diakui di seluruh dunia. Untuk menekuninya, tidak ada persyaratan mengenai batasan usia selama ada kemauan dan kemampuan.

Credit analyst PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Naila Firdausi, CFA membagikan sekelumit pengalamannya ketika memutuskan mengambil sertifikasi CFA. Naila memantapkan langkahnya untuk mengambil sertifikasi ini di usia 36 tahun. Saat itu ia juga sempat ragu mengingat usia yang tidak lagi muda.

Namun, seorang teman berhasil meyakinkan Naila.Ia menceritakan, saat itu temannya berkata, “Ambil atau tidak ambil profesi CFA, lima tahun mendatang (merujuk rata-rata masa studi CFA di Indonesia) usiamu akan tetap 41 tahun. Pilihannya, di usia 41 tahun, mendingan punya CFA atau tidak,” kenang Naila.

Pada level permulaan (level 1-2, Naila mengaku canggung karena banyak yang masih muda. Namun, saat menginjak level 3, Naila mengatakan banyak yang seumuran dengannya. Hal itu diakui Naila cukup melegakan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Untuk Pengembangan Diri, Usia Tak Jadi Masalah

Ilustrasi para perempuan bekerja. (dok. pexels.com/mentatdgt)
Ilustrasi para perempuan bekerja. (dok. pexels.com/mentatdgt)

Dalam kesempatan yang sama, Investment Director PT Telkom Indonesia Tbk Pensiun Fund, Siti Rakhmawati, CFA membieberkan hal serupa. Ia mengaku sempat memulai pada usia 30 tahun. Namun, karena satu dan lain hal, ia baru bisa menyelesaikan profesinya pada usia 39 tahun.

Satu hal yang ia amini, “Ada hadis (dalam keyakinan saya). Menuntut ilmu sampai liang lahat. Tinggal formal atau informal,” kata dia.

"Di dunia investasi, semakin matang atau jam terbang makin tinggi, itu makin dibutuhkan,” ia menambahkan.

Begitu pula dengan FCFO of OY! Indonesia & Director of GARP Indonesia Chapter, Melisa Hendrawati, CFA, FRM, MBA. Menurut dia, untuk aktualisasi dan pengembangan diri, batasan usia itu tak jadi soal. Karena belajar itu tidak akan menjadi sia-sia.

"Kalau untuk personal development, umur berapapun enggak masalah. Apalagi kurikulum CFA mencakup berbagai topik. Selain bantu karier juga memperkaya pengetahuan dan sudut pandang dalam bidang finansial dan investasi,” pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel