Ustadz Hariri Berikan Tausiah Soal Pernikahan

Liputan6.com, Jakarta: Ustad Hariri Abdul Aziz yang merupakan DaI kondang di acara sinetron religi Islam KTP menyatakan bahwa dirinya akan menyampaikan Dakwah yang bertema Nikah sebagai solusi di acara Tabligh Akbar SCTV yang diadakan di Masjid At-Tin TMII Jakarta Timur.

Menurut Ustad Hariri, tema Pernikahan yang akan disampaikannya itu dapat menjadi jalan tengah dan solusi bagi para kaum muda di tengan era globalisasi ini, menurutnya, fenomena sex bebas dikalangan remaja dapat diminimalisir dengan cara menikah.

"Ngomonin nikah sebagai solusi, nikah itu jalan tengah jalan yang paling aman, Tidak ada keratiban dalam islam. Keratiban itu artinya, tidak menikah sampai mati, terus disudut yang lain itu tentang kebebasan sex, kebebasan sex itu artinya mentuhankan hawa nafsu. Maka jalan tengahnya adalah menikah," ucapnya saat ditemui sebelum mengisi Dakwahnya di Masjid At-Tin Jakarta Timur, Kamis (14/7).

Menurutnya, Lebih lanjut Ustad Hariri menyampaikan bahwa Nikah tersebut tidak hanya sebagai legalitas hubungan intim antara suami dan istri saja, namun menurutnya, islam juga menganjurkan agar umat muslim didunia untuk menikah agar dapat memiliki keturunan yang dapat membawa nama Islam menjadi jauh lebih baik kedepannya.

"Tidak hanya sebagai legalitas hubungan intim tapi bagai mana dia bisa mendapatkan posisi nya dihadapan Allah swt. Karena islam ini pun akan berkesinambungan dengan pernikahan dan seseorang akan memiliki keturunan," imbuhnya.

Lebih lanjut dirinya menyatakan bahwa, Nabi Besar Muhammad saw, juga menempuh segala macam halangan dimasa mudanya dan akhirnya dapat menikah di usia 25 tahun, oleh karena itu dirinya juga menjelaskan bahwa segala seuatu yang buru-buru itu tidak baik dalam artinya bagi siapa saja yang ingin nikah muda ketika tidak diperhitungkan dengan baik, maka pada akhirnya juga tidak akan berjalan dengan baik juga hubungan tersebut.

"Ya kalo kita ngikutin baginda nabi ya beliau bisa menempuh segala macam hingga usia 25. Ajib kan tuh. Jadi kaga buru2 kaga telat juga kan ya, buru-buru kaga asik ketelatan juga kaga asik ye.. Jadi segala yang buru-buru itu emang kaga bagus ya," serunya. (ARI).