Ustaz Nur Kholis Merajut Kerukunan Lewat Merangkai Pohon Natal dari Masker

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perayaan Natal 2020 tinggal menghitung hari. Ada yang unik dari perayaan hari suci umat Kristiani kali ini, seorang warga Nahdlatul Ulama (NU) bernama Ustaz Nur Kholis Saleh memberikan nuansa berbeda.

Dirinya yang beragama Islam, mencoba merajut tali kerukunan antarumat beragama dengan membantu merangkai pohon natal di Gereja Katolik Kristus Raja, Surabaya.

Pohon Natal tersebut memang unik. Karena tersusun dari ribuan masker dan hand sanitizer. Memiliki tinggi 3,5 meter dengan diameter sekitar 180 cm. Letaknya tepat berdiri di sisi utara pintu masuk gereja, dilansir dari Times Indonesia.

Ustaz yang juga Pengurus PW ISNU Jawa Timur Bidang Pengkaderan ini mengatakan, Hari Raya Natal merupakan perayaan untuk semua umat, sebagaimana Hari Raya Idul Fitri.

Oleh karena itu, sudah sepatutnya sebagai warga negara yang berazaskan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, saling menghargai dan membantu kesuksesan perayaan keagaamaan tersebut.

"Sebagaimana saat Salat Idul Fitri, umat Nasrani juga ikut berpartisipasi menjaga keamanan parkir motor dan kelancaran arus lalulintas," ujar dia, Jumat, 18 Desember 2020.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Layaknya Rarayakan Idul Fitri

Warga membeli replika pohon Natal di Pasar Asemka, Jakarta, Rabu (16/12/2020).  Warga Ibu kota, biasanya mencari pernak pernik Natal, seperti pohon Natal yang biasanya dari pohon pinus buatan. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Warga membeli replika pohon Natal di Pasar Asemka, Jakarta, Rabu (16/12/2020). Warga Ibu kota, biasanya mencari pernak pernik Natal, seperti pohon Natal yang biasanya dari pohon pinus buatan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menurut Ustaz Saleh, perayaan Natal di tengah pandemi COVID-19 ini memiliki keunikan tersendiri khususnya di Gereja Kristus Raja.

Umat Kristiani merangkai Pohon Natal dari masker dan hand sanitizer sebagai pengingat pada sesama agar selalu waspada terhadap penularan COVID-19.

"Harapan kami rayakan Natal layaknya kami merayakan Hari Raya Idul Fitri. Jadi berikan rasa nyaman pada saudara-saudara kita. Inilah Indonesia, keberagaman dan keBhinekaan tetap kita jaga," tuturnya.

Dengan merasa nyaman, kata dia maka keimanan seseorang bakal terbebas dari rasa ketakutan. Karena ketakutan bisa menimbulkan rasa permusuhan dan kebencian.

Ketua Panitia Natal, Teresia Mariani mengungkapkan, pohon Natal di Gereja Katolik Kristus Raja Surabaya tersebut dibangun untuk mengingatkan warga gereja agar tetap menjaga 3M. Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

"Perayaan Natal di era pandemi ini harus tetap menjaga 3M," ujar dia.

Ia mengatakan, setelah pelaksanaan Hari Raya Natal selesai, 1000 masker dan hand sanitizer di Pohon Natal akan dibongkar dan dicuci bersih, kemudian dikemas untuk disumbangkan ke panti asuhan.

Simak berita menarik lainnya dari Times Indonesia di sini

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini