Ustaz Ini Berikan 300 Makanan Buka Puasa pada Tunawisma, Tuai Pujian

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Seorang ustaz asal Malaysia bernama Ebit Lew banjir pujian ketika ia membagikan 300 makanan kepada para tunawisma untuk berbuka puasa. Hal tersebut ia unggah di media sosial Facebook.

Dikutip Liputan6.com dari World of Buzz, Jumat (23/4/2021), ia menulis, “Perasaan menyayat hati belum hilang di Pasar Ramadan. Saya berdoa untuk mereka (tunawisma). Saya membeli makanan dalam jumlah besar di beberapa warung. Nasi biryani dan nasi tomat untuk 300 orang, dan saya membawa panci panas ke daerah tunawisma dan jalan-jalan untuk berbuka puasa."

"Saya memberikannya di area kamar sewa. Beberapa dari mereka menyewa kamar di sini. Kamar kecil dengan banyak keluarga dan toilet di luar. Saya mentraktir mereka makan tanpa memandang ras atau agama," tambahnya.

Para Tunawisma Berbaris Tertib

Ustaz Ebit Lew berikan 300 makanan pada tunawisma untuk buka puasa. (Facebook/Ebit Lew)
Ustaz Ebit Lew berikan 300 makanan pada tunawisma untuk buka puasa. (Facebook/Ebit Lew)

Tidak ada pemeriksaan saat mengantre. Mereka langsung berinisiatif untuk berbaris tertib saat Ustaz Ebit mulai membagikan makanan.

Semua orang mengantre. Saya berdoa semoga makanannya cukup karena antrian panjang. Saya sudah lama tidak ke sini. Hati saya hancur ketika melihat anak-anak kecil di sini. Tapi mereka tetap merasa bersyukur, damai dan bahagia."

Ada yang minta dua. Seseorang menunjukkan kepada saya istrinya di kursi roda dan bertanya. Saya bilang iya. Seseorang membawa lima anaknya yang masih kecil dan bertanya apakah mereka semua bisa mendapatkan satu. Saya katakan tentu saja. Allah memberi kami cukup. Semua orang senang karena ada potongan ayam yang besar. Semua merasa puas dengan makanan panasnya,” jelasnya.

Berkah di Bulan Ramadan

Ustaz Ebit Lew berikan 300 makanan pada tunawisma untuk buka puasa. (Facebook/Ebit Lew)
Ustaz Ebit Lew berikan 300 makanan pada tunawisma untuk buka puasa. (Facebook/Ebit Lew)

Dalam 40 menit, ustaz Ebit telah membagikan seluruh makanan dan semua orang pun senang. "Tim saya senang berbuka puasa dengan para tunawisma dan mereka yang berjuang di jalanan," ujarnya.

Ustaz Ebit pun berharap, hal ini dapat menjadi alasan baginya dan tim untuk berlatih kebaikan dan menjadikan kenangan indah untuknya. Sembari berpuasa dan berbuka puasa di Ramadan ini, marilah kita juga mengingat arti sebenarnya dari puasa yaitu melihat perjuangan orang miskin dan ikut membantunya.