Ustaz Khalid Basalamah minta jamaah yang belum bisa berhaji bersabar

Ustaz Khalid Basalamah berpesan kepada jamaah khususnya yang belum bisa berhaji seperti jamaah haji furoda yang dipulangkan ke Tanah Air karena visanya tidak sesuai agar bersabar.

"Sabar, pertama sekali sabar. Musibah atau cobaan datang itu akan menimpa setiap orang muslim, tugas kita adalah introspeksi diri mungkin ada sesuatu yang salah, mungkin dari pendapatan kita ada campur baur syubhat misalnya," kata Ustaz Basalamah di Mina, Minggu.

Khalid yang juga pemilik travel Uhud Tour sebagai salah satu Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa yang terjadi terhadap 46 jamaah haji furoda yang dipulangkan.

Dia menanggapi tentang jamaah haji dengan visa mujamalah yang dipulangkan dari bandara Jeddah mengatakan, agar setiap orang sebaiknya introspeksi diri ketika mendapatkan cobaan, baru setelah itu melihat sebab-sebab diluar diri sendiri.

"Kebanyakan orang menyalahkan yang lain. Setelah introspeksi diri mungkin ada hal-hal yang bisa dijadikan muhasabah baru dia bicara dengan pihak luar, contoh mungkin dia salah pada pihak-pihak yang belum punya izin haji resmi misalnya," tambah dia.

Khalid Basalamah menambahkan, jika menjalankan sunah Nabi Muhammad SAW, bahwa tidak seseorang yang tertimpa musibah kemudian membaca kalimat istirja, innalillahi wainnailaihi raji'un, kami milik Allah dan akan kembali kepada Allah, dan sunah lainnya maka akan mendapatkan pengganti yang lebih baik.

Lebih lanjut dia mengatakan, bagi jamaah yang tidak berhasil berangkat haji dengan visa mujamalah, maka pihak travel harus bertanggung jawab.

Menurut dia, seharusnya ada akad antara jamaah dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) nya. Jika bisa keluar dan berhasil berangkat maka akan dibayar penuh biayanya namun dengan konsekuensi jika tidak berhasil berangkat akan dikembalikan.

Baca juga: Jamaah haji merasa lega doa tercurah usai wukuf
Baca juga: Sapa jamaah, Menag ingatkan jaga kesehatan selama puncak haji
Baca juga: Menag mencukur rambut petugas haji usai lontar jumrah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel