Uston Nawawi, Asisten Pelatih Persebaya Berstatus Direktur Teknik

Bola.com, Surabaya - Uston Nawawi sehari-hari bertugas sebagai asisten pelatih Persebaya Surabaya. Dia bersama asisten pelatih Bejo Sugiantoro membantu kerja pelatih kepala Aji Santotoso menangani Ruben Sanadi dkk.

Trio pelatih itu dianggap cocok menangani Persebaya Surabaya karena semasa bermain mempersembahkan gelar juara Liga Indonesia 1996-1997. Tapi, jabatan Uston secara resmi bukan asisten pelatih. Dia terdaftar sebagai direktur teknik.

Sekretaris tim Persebaya, Ram Surahman, memaparkan jabatan direktur teknik itu hanya untuk membuat Uston bisa duduk di bench saat pertandingan. Tugas mantan pelatih Persebaya U-20 itu tetap menjadi asisten pelatih.

“Kalau coach Uston didaftarkan sebagai pelatih fisik tidak pas. Apalagi kalau kitman. Slot yang paling memungkinkan dalam pendaftaran adalah direktur teknik supaya bisa di bench. Dia tetap jadi assiten pelatih,” kata Ram kepada Bola.com, Kamis (7/11/2019).

Sekilas, tak ada slot lagi yang tersisa untuk Uston, selain kitman dan interpreter. Pelatih fisik Persebaya sudah dihuni oleh Danang Suryadi, demikian halnya dengan pelatih kiper yang dijabat oleh Miftahul Hadi.

Masalahnya, PT LIB lewat Regulasi Liga 1 2019 sebenarnya membolehkan jabatan asisten pelatih dihuni oleh dua orang sekaligus.

Dalam Pasal 30 ayat 5, tercantum beberapa jabatan dalam klub yang memperbolehkan duduk di bench, di antaranya adalah manajer tim, pelatih kepala, dokter tim, asisten manajer, asisten pelatih, pelatih penjaga gawang, pelatih fisik, media officer, interpreter, security officer, direktur teknik, fisioterapis, dan kitman.

Penjelasan ayat 5 kemudian menyantumkan tambahan dengan bunyi sebagai berikut:

“Seluruh jabatan tersebut hanya dapat didaftarkan untuk 1 personel (contoh: tidak diperbolehkan asisten manajer 1, asisten manajer 2, dan lain-lain). Kecuali untuk jabatan asisten pelatih dan kitman diperbolehkan didaftarkan lebih dari 1 personel.”

Ayat itu sudah jelas memperbolehkan setiap klub mendaftarkan dua asisten pelatih. Lalu, mengapa Persebaya tidak memasukkan Uston sebagai asisten pelatih seperti Bejo.

“Saat memasukkan data, asisten pelatih cuma diperbolehkan satu. Kalaupun ternyata bisa dua, dari awal kami pasti daftarkan coach Uston sebagai asisten pelatih. Ternyata kan tidak. Dalam datanya LIB tidak bisa,” imbuh Ram lagi.

Terlepas dari permasalahan ini, Uston memenuhi kualifikasi yang diatur oleh regulasi tersebut untuk dua posisi tersebut di Persebaya Surabaya. Baik direktur teknik maupun asisten pelatih sama-sama harus memegang lisensi B AFC.

Video