Usul Moeldoko Libatkan Muhammadiyah dan NU di TWK

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, berharap ke depan Tes Wawasan Kebangsaan yang mengharuskan bagi aparatur sipil negara harus disusun lebih baik. Bahkan kata Moeldoko, kalau bisa tes kebangsaan nanti melibatkan ormas keagamaan.

"Mekanisme tes wawasan kebangsaan yang jadi perdebatan harus dipastikan disusun dengan lebih baik," kata Moeldoko dalam keterangannya, Rabu 26 Juni 2021.

Menurut Moeldoko, organisasi seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah bisa dilibatkan dalam tes wawasan kebangsaan. Usul ini tentunya bukan kepada lembaga KPK tok, tapi semua instansi negara.

"KSP dalam hal ini merekomendasikan untuk juga melibatkan NU dan Muhammadiyah yang telah teruji mampu merajut simbol kebangsaan dan kebhinekaan Indonesia," kata mantan Panglima TNI tersebut.

Moeldoko bilang, tes kebangsaan penting bagi para aparatur yang digaji oleh negara. Perlu pula dipikirkan sejumlah skenario agar perbaikan mereka- mereka para ASN yang wawasan kebangsaannya dianggap masih kurang. Jadi tegas Moeldoko, mengenai masalah ini tidak bisa ditawar lagi dan bertele- tele menjadi perdebatan.

"Yaitu melalui pendidikan kedinasan, seperti yang diinginkan bapak Presiden. Karena ini memang harus diperkuat dari waktu ke waktu. Persoalan wawasan kebangsaan itu bisa naik turun karena memang ancamannya juga semakin keras. Untuk itu penguatan sungguh sangat diperlukan," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel