Usul Provinsi Jawa Barat Jadi Sunda, RK: Tak Penting Dibicarakan

Hardani Triyoga, Diki Hidayat (Garut)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sejumlah tokoh Jawa Barat mengusulkan pergantian nama provinsi menjadi Sunda atau Tatar Sunda. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan tegas menyampaikan perubahan nama tak penting dibicarakan saat ini.

Menurut pria yang akrab disapa Kang Emil saat ini yang perlu dibahas persoalan peningkatan ekonomi. Dampak pandemi Corona COVID-19 kalangan usaha dan masyarakat menjadi terpuruk.

"Kalau menurut saya tak penting dibicarakan saat ini tentang perubahan nama provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda," ujar Emil saat menghadiri Ground Breaking Ceremony penataan kawasan Pariwisata Situ Bagendit, Garut, Rabu, 11 November 2020.

Menurut dia, salah satu persoalan yang harus dibahas terkait penataan kawasan Situ Bagendit. Ia bilang usai ditata Situ Bagendit maka harus menjadi salah satu pemicu guna memperbaiki perekonomian masyarakat Kabupaten Garut.

"Ini salah satunya bagaimana penataan Situ Bagendit untuk memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat saat ini," ujar Emil.

Baca Juga: Wacana Provinsi Tatar Sunda, Ridwan Kamil: Masih Panjang

Sementara itu, sebelumnya Ketua SC Kongres Sunda Andri Perkasa Kantaprawira menyampaikan usulan pergantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda dapat dukungan dari Anggota Komisi I DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon. Perubahan nama Provinsi Jabar jadi Sunda, saat ini masih menunggu persetujuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Terkait itu, Anggota DPR Fadli Zon juga menyampaikan perubahan nama jadi Sunda. Alasannya, dapat memperkuat aspek kebhinekaan masyarakat Tanah Air.

Fadli mendukung demikian karena nama Sunda punya nilai sejarah di Indonesia. Maka itu, penggunaan Provinsi Sunda bisa memperkuat identitas bangsa dan kebhinekaan.

"Saya juga mengusulkan Provinsi Sumatera Barat menjadi Minangkabau. Jadi, kenapa tidak, Jabar menjadi Sunda, karena menurut saya ini mayoritas adalah masyarakat etnis Sunda, karena keistimewaan di masa lalu juga," kata Fadli, Selasa, 10 November 2020.