Usung Baile Funk, Karya Whisnu Santika Menarik Hati Dian Sastrowardoyo

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Bagi penggemar musik EDM, nama Whisnu Shantika tentu saja bukan nama sembarangan. Karya-karyanya pernah menjadi yang digandrungi oleh publik. Salah satunya adalah Chitty Chitty Bang!, sebuah lagu dengan tempo dan latar genre musik latin.

Chitty Chitty Bang! yang dirilis pada 2019 itu pernah viral di sosial media, bahkan menjadi backsound sebuah promosi dari Dian Sastrowardoyo di Guru Guru Gokil hingga menjadi soundtrack di film berjudul Pencitraan yang ditayangkan di Stro Original Series.

Di tahun 2019, Chitty Chitty Bang! berhasil menembus hampir semua club/bar di Indonesia yang rutin memutarkan karyanya ini. Chitty Chitty Bang! juga sering dijadikan lagu pengiring olahraga zumba di berbagai studio olahraga di kota-kota Indonesia.

Pada lagu Chitty Chitty Bang! Whisnu yang merupakan DJ ini menggaet penyanyi berdarah Australia, Amy B. Whisnu pun berhasil menjadi salah satu talent yang tampil di Djakarta Warehouse Project (DWP) Ismaya Live tahun 2019 lalu.

"Generasi millenial dan Gen-Z sekarang sudah terbiasa dengan mash-up genre, mulai dari campuran musik hip-hop, R&B, house, bahkan sampai musik latin. Musik latin sendiri punya warna yang kuat. Dengan tempo dan irama yang upbeat, serta ketukan perkusi yang catchy menjadikannya cukup relevan dengan musik elektronik," ujar Whisnu.

Terinspirasi Diplo

Whisnu Shantika (Istimewa)
Whisnu Shantika (Istimewa)

Whisnu mengaku bahwa salah satu inspirasinya adalah DJ asal Amerika serikat bernama Thomas Wesley Pentz atau yang dikenal dengan nama panggung Diplo. Ia berusaha menyatukan electronic dance music (EDM) dengan musik Amerika Latin sebagai salah satu genre yang masih cukup niche di Indonesia.

Melalui karya-karya dan kolaborasinya, ia ingin membuktikan talenta musik lokal juga bisa turut memperkenalkan kombinasi genre ini ke generasi penikmat musik EDM yang lebih luas dengan ide konsep “Memanusiakan Manusia” melalui musik dan kultur baru yang dihasilkannya.

Whisnu percaya, musik adalah bahasa universal yang bisa diartikan sebagai hiburan untuk pendengarnya. Menurutnya, lantunan khas musik dance Amerika Latin yang catchy ini bisa jadi bentuk hiburan sekaligus vibrasi sebagai penyemangat dan nafas segar di tengah terpaan krisis seperti kondisi sekarang.

Karya Baile Funk besutan Whisnu Santika akan kembali hadir di semua layanan musik digital pada tanggal 7 Juli, dengan judul Que Pasa yang merupakan revolusi lagu Chitty Chitty Bang! yang telah mendulang kesuksesan sebelumnya.

Sebuah Peluang

Whisnu Shantika (Istimewa)
Whisnu Shantika (Istimewa)

Whisnu Santika akhirnya menyadari bahwa musik Amerika Latin yang bergenre Baile Funk cukup diminati oleh berbagai kalangan di masyarakat Indonesia. Hal tersebut menjadi motivasi Whisnu untuk membuat karya yang serupa.

Whisnu kemudian banyak merangkul DJ lokal lainnya untuk bisa berkontribusi dalam me-remix lagu Chitty Chitty Bang! dengan versi mereka sendiri. Bahkan, ia mengaku tidak sedikit DJ yang menjadikan lagunya sebagai acuan untuk mengkolaborasikannya dengan deretan lagu yang sedang populer saat ini.

Dengan mobilitas yang terbatas karena pandemi, ia ingin tetap bisa memberikan hiburan untuk orang banyak melalui karyanya. Momentum ini dimanfaatkan Whisnu untuk tetap berkarya dan menyuguhkan rentetan musik yang bisa memberikan dampak positif sebagai penunjang hiburan di berbagai kalangan masyarakat melalui sentuhan kultur musik baru.

"Yang khusus dituju untuk menemani masyarakat Indonesia beraktivitas, juga dapat menjadi vibrasi penyemangat kehidupan masyarakat hingga saat ini. Ini menjadi dorongan utama saya untuk menciptakan culture musik baru di Indonesia, karena melalui karya-karya inilah saya bisa mengedukasi genre-genre baru,” pungkas Whisnu.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel