Usung Konsep Berkelanjutan, ISEF 2021 Jadi Momentum Kebangkitan Fashion Muslim di Tengah Pandemi

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Gelaran Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) kembali hadir tahun ini dengan mengusung tema “New Normal is Sustainable Fashion”. ISEF 2021 digelar secara hybrid, daring dan luring pada 27-30 Oktober 2021 di Jakarta Convention Center (JCC) dan platform virtual ISEF.

Tema ini digaungkan ISEF 2021 sebagai upaya menggiatkan sosialisasi konsep sustainable fashion di era new normal. Tema ini juga sejalan dengan prinsip thayyiban (kebaikan) yang merupakan bagian dari gaya hidup halal.

National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma mengungkapkan tema ini juga merupakan bentuk respon terhadap kondisi pasar dan isu sustainability fashion yang tengah berkembang secara global.

“Dalam 10 tahun belakangan ini, dunia memang sedang concern dengan isu sustainability. Hal ini disebabkan fast fashion yang berdampak negatif bagi lingkungan,” kata Ali dalam jumpa pers, Jumat (29/10/2021).

Melihat kondisi tersebut, Ali berharap industry busana muslim dapat menerapkan gaya hidup sustainability. Sebab menurutnya, produk-produk busana muslim masih didominasi oleh bahan sintetis yang kurang ramah lingkungan.

“Saya berharap industry busana muslim itu in-line, bukan sekedar tren tetapi juga gaya hidup sustainability. Karena sustainable fashion itu bukan perihal tren yang tahun depannya bisa hilang, tetapi perubahan gaya hidup,” terang Ali.

Momentum kebangkitan fashion muslim di tengah pandemi

ISEF 2021 kembali digelar dengan mengusung tema “New Normal is Sustainable Fashion”. (Instagram/susi_songket).
ISEF 2021 kembali digelar dengan mengusung tema “New Normal is Sustainable Fashion”. (Instagram/susi_songket).

Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), Ita Rulina mengatakan situasi pandemi Covid-19 yang mulai kondusif merupakan momentum tepat untuk kebangkitan kembali industry fashion Indonesia, khususnya fashion muslim.

Setidaknya terdapat tiga hal yang mampu mendorong bangkitnya fashion muslim di Indonesia, yakni inovasi, penguatan branding sustainable fashion, dan pemanfaatan digitalisasi.

“Saya berharap hybrid sustainable muslim fashion show yang diselenggarakan dalam ISEF ini dapat berkontribusi nyata dalam pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah,” tutur Ita.

Hadirkan koleksi busana muslim dari 157 perancang busana

ISEF 2021 kembali digelar dengan mengusung tema “New Normal is Sustainable Fashion”. (Instagram/susi_songket).
ISEF 2021 kembali digelar dengan mengusung tema “New Normal is Sustainable Fashion”. (Instagram/susi_songket).

Sustainable Muslim Fashion ISEF 2021 ini menampilkan 157 perancang busana, 41 brand aksesoris, 797 karya perancang mode Indonesia dan anggota Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) sektor fesyen dan aksesoris.

Berkolaborasi dengan artisan UMKM wastra dari seluruh pelosok Tanah Air, para designer bersatu melawan pandemik COVID-19 dengan gelar peragaan busana muslim.

Pada hari ke-3, fashion parade 5 menampilkan koleksi dari Lina Sukijo, Jawhara Syari, Motif Hawa, Nibras, Hesandra Indonesia, MouCa by Moureen Babyla, Batik Beras Basah, dan Zabay Collection.

Sementara fashion parade 6 menampilkan koleksi dari Hannie Hananto, Zoya, Ria Miranda, Ija Kroeng by Khairul Fajir Yahya, Aplp’s accessories by Pash Fatih Indonesia, Pagi Motley, Sarung Tentrem, Fanny Art Shop, Pohon Zaitun, Galeri Destiani, Godho Batik, Batik Rolla, dan Batik Warna Alam Siputri.

Tidak hanya fashion show, ISEF yang merupakan event tahunan Ekonomi dan Keuangan Syariah terbesar di Indonesia ini juga diwarnai dengan exhibition, talkshow, business meeting, dan kompetisi.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel