Usut Dugaan Korupsi LPDB-KUMKM, KPK Dalami Proses Penyaluran Dana Bergulir

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi terkait penyaluran dana bergulir oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Tahun 2012-2013. Tim penyidik tengah menelusuri proses pencairan hingga penyaluran dana itu.

Proses pencairan dan penyaluran dana itu merupakan bagian yang ditanyakan penyidik kepada mantan Kepala Divisi Bisnis II LPDB-KUMKM Asep Adipurna di Gedung Merah Putih KPK, Senin (6/6).

"Asep Adipurna (Kepala Divisi Bisnis II/2013), hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses pengajuan hingga pencairan dana bergulir oleh LPDB-KUMKM Tahun 2012-2013," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (7/6).

Sementara dua saksi lain yang juga mantan pejabat LPDB-KUMKM tak memenuhi panggilan penyidik pada Senin kemarin. Mereka yakni Kepala Divisi Bisnis II 2012 Yayat Supriyatna dan Kepala Divisi Bisnis I Syahrudin.

"Tidak hadir dan dilakukan penjadwalan ulang," kata Ali.

Penyaluran Dana Diduga Fiktif

Sebelumnya, KPK membuka penyidikan baru kasus dugaan tindak pidana korupsi penyaluran dana bergulir fiktif oleh lembaga pengelola dana bergulir koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (LPDB-KUMKM) Tahun 2012-2013.

"KPK saat ini sedang melaksanakan kegiatan penyidikan dugaan korupsi terkait penyaluran dana bergulir oleh lembaga pengelola dana bergulir koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah (LPDB-KUMKM) Tahun 2012-2013 yang diduga fiktif di Jawa Barat," ujar Ali Fikri, Senin (6/6).

Ali tak menampik pihak lembaga antirasuah sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini. Namun dia belum mau membeberkan pihak yang dijerat.

KPK Minta Dukungan Masyarakat

Menurut Ali, pengumuman tersangka akan disampaikan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan. "Terkait siapa saja pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, uraian perbuatan tindak pidana korupsi hingga dugaan pasal yang disangkakan, saat ini belum dapat kami sampaikan," kata Ali.

Ali menyatakan pihaknya bakal menyampaikan setiap perkembangan kegiatan dalam penyidikan kasus ini. Dia berharap masyarakat turut memantau perkembangan kasus ini.

"Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat di antaranya apabila memiliki informasi mengenai kegiatan dimaksud untuk dapat segera menyampaikan kepada tim penyidik maupun melalui layanan KPK di call center 198," imbaunya.

Dia juga mengimbau kepada semua pihak mempermudah penyidikan baru lembaga antirasuah. Setiap pihak yang dipanggil diharapkan hadir dan memberikan keterangan sesuai yang dibutuhkan tim penyidik.

"Bagi pihak-pihak yang dipanggil sebagai saksi oleh KPK, kami imbau untuk kooperatif hadir memenuhi panggilan dimaksud," tegas Ali.

Reporter: Fachrur Rozie/Liputan6.com. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel