Usut Kasus ACT, Polri Koordinasi dengan Kejagung dan Akuntan Publik

Merdeka.com - Merdeka.com - Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penyelewengan dana Aksi Cepat Tanggap (ACT). Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan oleh penyidik.

Kabagpenum Div Humas Polri Kombes Nurul Azizah mengatakan, pihaknya juga didampingi oleh pengawas internal dalam melakukan proses penyidikan kasus tersebut.

"Dalam Proses penyidikan ACT, Bareskrim Polri didampingi pengawas internal. Bareskrim Polri masih melakukan pemeriksaan atau pendalaman masih berjalan," kata Nurul kepada wartawan, Selasa (19/7).

Selain itu, polisi juga melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan Agung serta melibatkan akuntan publik.

"Bareskrim Polri melakukan koordinasi dengan pihak Kejaksaan dalam penanganan ACT. Bareskrim Polri melibatkan akuntan publik dalam penanganan ACT," sebutnya.

Diketahui, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadal lima orang saksi pada 18 Juli 2022.

"Melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang yaitu A (pendiri, ketua pengurus dan Presiden Yayasan ACT). IA (Ketua pembina yayasan ACT). BH (anggota Dewan Syariah Yayasan ACT). S (pengawas yayasan ACT) dan AFF (Ketua dewan Syariah Yayasan ACT)," tutupnya.

Sebagai informasi, dugaan penyelewengan dana oleh pengurus Yayasan ACT terjadi saat penyaluran bantuan kepada ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 yang terjadi pada 2018.

Dugaan penyimpangan ini disebut dilakukan mantan Presiden ACT Ahyudin dan Presiden ACT Ibnu Khajar. Mereka diduga menggunakan dana bantuan untuk kepentingan pribadi.

Bahkan, status penanganan kasus ini sudah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Dengan begitu, cepat atau lambat bakal ada penetapan tersangka.

Peningkatan status kasus ini berdasarkan hasil gelar perkara. Polisi beranggapan di kasus ini telah terjadi tindak pidana. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel