Usut Tragedi Kanjuruhan, Polisi Periksa 12 Dokter RS Wava Husada Malang

Merdeka.com - Merdeka.com - Penyidik Polda Jatim memeriksa dokter Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen, Kabupaten Malang, terkait tragedi Kanjuruhan. Pemeriksaan berlangsung di Mapolres Malang, Selasa (15/11).

Sebanyak 12 dokter menjalani pemeriksaan. Salah satunya adalah Muhammad Harun Rosyid, Staf Direktur PT Abna Samanhudisautika Husada, perusahaan pemilik rumah sakit tersebut.

"Kalau tidak salah 12 dokter yang dimintai keterangan, tidak hanya dokter Harun saja," kata Bhakti Riza Hidayat, kuasa hukum Muhammad Harun Rosyid kepada wartawan, Selasa (15/11).

Harun mendapat 33 pertanyaan terkait tugas pokok dan fungsi selaku dokter dalam penanganan korban tragedi Kanjuruhan. Dia juga merupakan dapat pertanyaan seputar kondisi korban saat dirawat di RS Wava Husada.

Materi pertanyaan bersifat umum seputar pandangannya soal kedokteran dan cara penanganan rumah sakit terhadap para korban. Suasana pemeriksaan berjalan santai dan keseluruhan pertanyaan telah dijawab sesuai yang diketahui oleh yang bersangkutan.

"Suasana proses penyidikan enak, tidak ada intimidasi untuk klien saya," ujar dia.

Materi Pertanyaan

Bhakti mengatakan, materi pertanyaan meliputi penanganan para korban selama berada di RS Wava Husada. Temasuk soal jumlah korban yang dirawat, korban meninggal dunia dan korban luka baik berat dan ringan yang diterima rumah sakit tersebut.

"Itu yang saya lihat di proses penyidikan tadi," kata dia.

Bhakti juga menegaskan kliennya tidak membahas persoalan kandungan gas air mata. Karena hal itu hatus ditelusuri dan dilakukan langkah medis lanjutan.

"Beliau hanya menyampaikan soal pengalamannya sebagai dokter, bahwa proses kematian seseorang seperti apa, ketika itu tidak wajar seperti apa, harus pakai data seperti forensik, autopsi, dan sebagainya," tandasnya.

Rumah Sakit Wava Husada saat kejadian menerima banyak pasien, baik sudah meninggal dunia maupun yang membutuhkan perawatan.

[gil]