UT dan BPS berkolaborasi tingkatkan kualitas sumber daya manusia

Universitas Terbuka (UT) dan Badan Pusat Statistik (BPS) berkolaborasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kedua institusi tersebut.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman antara UT dan BPS secara daring pada Rabu.

“Kerja sama ini terkait pendidikan, penelitian, pengabdian pada masyarakat serta peningkatan kualitas SDM,” ujar Rektor UT. Prof Ojat Darojat, dalam penandatanganan kerja sama yang dipantau di Jakarta, Rabu.

Ojat menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepercayaan BPS yang mengirimkan pegawainya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di UT dengan skema beasiswa.

Baca juga: UT fokus pada enam aspek dalam transformasi menuju PTN BH

“Dengan melanjutkan pendidikan di UT yang menerapkan pendidikan jarak jauh, para pegawai BPS bisa melanjutkan pendidikan namun masih dapat melanjutkan tugas dan pekerjaan sehari-hari,” terang dia.

Skema kerja sama yang disepakati yakni beasiswa tugas belajar APBN BPS jenjang S1 untuk program studi manajemen, administrasi bisnis, administrasi publik yang diberikan pada 773 koordinator statistik kecamatan (KSK) di BPS Kabupaten/Kota seluruh Indonesia yang masih berpendidikan SMA.

Program tersebut, lanjut Rektor, merupakan program afirmasi yang diterapkan BPS untuk mendorong peningkatan kualitas SDM.

Baca juga: Mendikbudristek: UT jadi contoh dalam penerapan PJJ

“Kami berharap beasiswa ini dapat dimanfaatkan oleh para ASN BPS sehingga dapat melanjutkan pendidikan tinggi di UT, serta dapat meningkatkan kompetensi dan memiliki bekal ilmu dan kompetensi yang mereka butuhkan sehingga para KSK dapat lebih mampu melaksanakan tugas dan fungsinya,” harap Ojat.

Kepala BPS Dr Margo Yuwono SSi MSi, mengatakan pada era disrupsi saat ini menuntut SDM dapat beradaptasi. Tidak hanya bertahan, tetapi memanfaatkan peluang menjadi organisasi yang bertumbuh.

Baca juga: Kemenkumhan sebut Universitas Terbuka selangkah lagi menuju PTN BH

“Saat ini, BPS sedang melakukan transformasi di berbagai bidang di antaranya penataan proses bisnis, pembangunan infrastruktur statistik dan teknologi, serta dilakukan penataan kelembagaan dan menyiapkan SDM yang sesuai dengan proses bisnis baru,” kata Margo.

Selain itu dilakukan penyederhanaan birokrasi di organisasi tersebut. Oleh karena itu, kerja sama tersebut sangat penting dalam meningkatkan kualitas SDM.

Baca juga: 33 PMI di Singapura raih gelar sarjana

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel