Utang Jangka Panjang Dominasi Pinjaman Luar Negeri

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    Merdeka.com
    Kemendag klaim industri fesyen muslim RI paling ternama di dunia

    MERDEKA.COM. Kementerian Perdagangan mengklaim industri fesyen muslim Indonesia saat ini paling ternama di dunia. Industri sejenis di Malaysia, negara muslim terdekat, dinilai belum mampu menyaingi. …

TEMPO.CO, Jakarta -Bank Indonesia menyatakan utang luar negeri swasta didominasi oleh utang jangka panjang. Direktur Eksekutif Departement Statistik Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Hendi Sulistyowati mengatakan, berdasarkan jangka waktu pinjaman, komposisi utang luar negeri Indonesia didominasi utang jangka panjang yakni 82,3 persen dari total utang, sedangkan sisanya merupakan utang jangka pendek. "Trennya menurun, utang swasta sejalan dengan perlambatan ekonomi," kata Hendi di kantornya, Selasa, 24 September 2013.

Hendi menjelaskan pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Juli 2013 melambat menjadi sebesar 7,3 persen secara year-on-year. Sementara pertumbuhan pada Juni 2013, kata dia, angka pertumbuhannya masih berada di level 8 persen. Pertumbuhan 7,3 persen membuat posisi total ULN Indonesia pada akhir Juli 2013 tercatat US$ 259,54 miliar.

Ihwal utang swasta jangka pendek yang akan jatuh pada akhir tahun ini, Hendi menjelaskan sebagian besar dari nilai utang tersebut disumbang oleh perusahaan induk dan afiliasi. Ia berujar, faktor keberhasilan bayar utang tersebut ditentukan oleh kondisi cashflow perusahaan tersebut.

Hendi merinci, utang luar negeri swasta berdasarkan kelompok peminjam, didominasi oleh korporasi non bank. Nilainya, kata dia, mencapai US$ 111,6 miliar atau sebesar 83,3 persen dari total utang luar negeri swasta.

Sedangkan berdasarkan status kepemilikan, Hendi menuturkan utang luar negeri swasta oleh korporasi non BUMN mencapai 81,6 persen atau US$ 109,3 miliar. Sedangkan utang korporasi BUMN, kata dia, hanya senilai US$ 24,6 miliar.

Utang tersebut, kata Hendi, berpotensi memiliki debt service ratio yang membaik menyusul perbaikan kondisi ekonomi Indonesia. Menurut dia, pertumbuhan utang luar negeri masih cukup sehat dan sejalan dengan tren perlambatan ekonomi nasional lantaran masih adanya opsi penjadwalan ulang pembayaran utang swasta. "Jangan terlalu khawatir, ini bukan mimpi buruk," kata dia.

LINDA HAIRANI

Topik Terhangat:

Penembakan Polisi| Tabrakan Maut | Mobil Murah Miss World | Info Haji

Berita Lainnya:

Cara Indra Sjafri Pilih Algojo Penalti AFF U-19 

Fisik Evan Dimas dkk Lebih Kuat Dibanding Lawan 

Blusukan Indra Sjafri Melahirkan Timnas U-19

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...