Utang MU Membengkak Dihajar Pandemi Corona Covid-19

Liputan6.com, Manchester - Manchester United (MU) mengungkapkan dampak moneter akibat pandemi corona Covid-19 pada sepak bola. Dalam laporan keuangan empat bulanan yang dirilis Kamis (21/5/2020), klub berjuluk Setan Merah tersebut mengonfirmasi memiliki utang 429 juta pound atau sekitar Rp 7,73 triliun, meningkat 127 juta pound dalam tiga bulan pertama tahun itu.

Laporan keuangan itu menunjukkan utang MU telah meningkat sebesar 42 persen sejak tahun lalu. Ini menjadi bukti betapa besarnya dampak pandemi corona Covid-19 terhadap keuangan klub.

Menurut manajemen MU, meningkatnya jumlah utang diakibatkan penurunan kas dan setara kas. Kondisi itu diperparah dengan pergerakan nilai tukar poundsterling terhadap dolar AS.

Kondisi keuangan berlaku hingga 31 Maret 2020, yang mencakup periode di mana ada tiga laga yang ditunda karena pandemi corona Covid-19. MU mengatakan akan merevisi pendapatan yang diprediksi antara 560 juta pound dan 580 juta pound untuk tahun ini.

"Secara operasional, dampak dari pandemi dan upaya pencegahan penularan sudah menghancurkan bisnis dari berbagai sudut, paling signifikan pada penyiaran dan operasional di hari pertandingan," kata Direktur Keuangan MU Cliff Baty seperti dikutip dari Goal.

 

 

Pendapatan Menurun

Pemain Manchester City David Silva (kiri tengah) berebut bola dengan pemain Manchester United Jesse Lindgard pada pertandingan Liga Inggris di Etihad Stadium, Manchester, Inggris, Sabtu (7/12/2019). Manchester United menang 2-1. (AP Photo/Rui Vieira)

Baty kepada investor mengatakan dampak keuangan MU akibat pandemi corona Covid-19 hingga 31 Maret adalah 23 juta pound. Angkat tersebut terdiri dari uang yang diharus dibayar MU untuk penyiaran ditambah kurangnya pendapatan dari laga tandang Liga Inggris di Tottenham.

Selain itu, angka tersebut juga termasuk dari penundaan laga kandang dan penutupan sementara megastore dan museum. Pendapatan penyiaran turun lebih dari 50 persen dari tahun sebelumnya, menjadi 26 juta pound.

MU juga harus mengembalikan uang hingga 20 juta pound karena pembatalan siaran langsung.

 

 

Punya Kemampuan Finansial

Meski jumlah utang meningkat, MU menyatakan punya kemampuan finansial untuk terus mendukung klub di masa-masa pandemi ini. Sebab, MU memiliki saldo tunai sebesar 90 juta pound dan tambahan 150 juta pound lainnya dari fasilitas kredit.

"Fokus kami tetap pada kesehatan dan kesejahteraan kolega, penggemar, dan mitra kami di seluruh dunia dan kami sangat bangga dengan tanggapan orang-orang yang terhubung dengan klub selama krisis ini," kata Wakil Ketua Eksekutif MU Ed Woodward.