Utusan PBB: COVID-19 Indonesia Kian Meningkat, Badai Pasti Berlalu

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perwakilan PBB di Indonesia Valerie Julliand menyoroti kasus COVID-19 yang meningkat di Tanah Air. Dalam pernyataan tertulisnya ia mengingatkan masyarakat agar terus menjaga protokol kesehatan.

"Selama beberapa minggu terakhir, dan terutama dalam beberapa hari terakhir, kita telah melihat peningkatan tajam dalam jumlah kasus dan kematian COVID-19 di Indonesia," ujar Valerie Julliand dikutip dari laman indonesia.un.org, Rabu (14/7/2021).

"Varian Delta yang sangat menular menimbulkan ancaman bagi rumah sakit, petugas kesehatan, dan beberapa orang yang paling rentan di masyarakat. Ini adalah ancaman yang harus ditanggapi dengan serius dan diwaspadai oleh kita semua."

Selama beberapa hari dan minggu mendatang, Julliand menyebut bahwa akan ada banyak pesan dari rekan-rekannya di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan badan-badan PBB lainnya tentang krisis tersebut.

"Saya mendorong Anda untuk mengindahkan nasihat mereka. Langkah-langkah sederhana seperti menjaga jarak fisik dan memakai masker dapat dan memang menyelamatkan nyawa," kata Julliand.

"PBB mendukung penuh pembatasan baru yang diterapkan Pemerintah Indonesia untuk memperlambat penyebaran virus."

"Namun, hari ini, saya ingin berbicara tentang bagaimana pandemi telah memutus begitu banyak dari kita, dari banyak jaringan pendukung yang biasanya kita andalkan. Bagaimana kita menghadapi masalah ini?"

Valerie Julliand: PBB Selalu Bersama Indonesia

Warga mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Senin (19/10/2020). Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta berencana mengatur sanksi denda Rp 5juta bagi warga yang menolak rapid test maupun swab test atau tes PCR (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga mengikuti tes usap (swab test) COVID-19 di GSI Lab (Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium), Cilandak, Senin (19/10/2020). Pemprov DKI dan DPRD DKI Jakarta berencana mengatur sanksi denda Rp 5juta bagi warga yang menolak rapid test maupun swab test atau tes PCR (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Julliand menyampaikan bahwa PBB bekerja untuk mendukung setiap aspek respons COVID-19 di Indonesia, mulai dari memberikan pesan kesehatan masyarakat yang tepat waktu, memerangi informasi yang salah, hingga membantu pemerintah dengan logistik distribusi vaksin.

Tetapi, Julliand menilai bahwa pandemi adalah masalah yang sama sekali berbeda.

"Di seluruh Indonesia, jutaan anak jauh dari teman sekelasnya, jutaan pekerja terpisah dari rekan-rekannya, jutaan umat beragama terputus dari sesama jamaah, dan jutaan orang yang tinggal di kota jauh dari kerabat."

"Satu hal yang dapat membantu, ketika kita merasa sendirian, ingat bahwa kita semua sebenarnya sedang berjuang bersama. Dan melalui perjuangan kolektif inilah kita akan mengatasi virus."

"Jadi, meski kita melakukan physical distancing, kita tidak sendirian. Tetangga Anda memakai masker untuk melindungi anak-anak. Anda tinggal di rumah untuk melindungi perawat di rumah sakit setempat. Anak-anak belajar dari jarak jauh untuk melindungi orang lain. Melalui tindakan kecil kepahlawanan sehari-hari ini, kami saling peduli.

"Hari ini, saya ingin mengungkapkan solidaritas saya kepada Anda semua yang sedang berjuang, baik itu dengan kehilangan orang yang dicintai, dengan kesulitan ekonomi, atau dengan kesepian jarak fisik. Dan penghargaan mendalam saya kepada petugas kesehatan garis depan yang bekerja sepanjang waktu untuk menjaga kita tetap aman. Badai pasti berlalu, begitu kata pepatah Indonesia. Ingat: badai ini akan berlalu. Tapi kepedulian kita satu sama lain adalah apa yang memungkinkan untuk melewatinya."

"Atas nama PBB, Indonesia, kami bersama Anda."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel