Uya Kuya Cerita Perjuangan Hidup dan Mati saat Terpapar Covid-19

·Bacaan 1 menit
Lama tak lagi muncul di layar kaca dan kanal Youtube, ayah dua orang anak itu baru saja menceritakan pengalamannya ketika dinyatakan positif Covid-19.
Lama tak lagi muncul di layar kaca dan kanal Youtube, ayah dua orang anak itu baru saja menceritakan pengalamannya ketika dinyatakan positif Covid-19.

Lama tak lagi muncul di layar kaca dan kanal Youtube, ayah dua orang anak itu baru saja menceritakan pengalamannya ketika dinyatakan positif Covid-19.

Bersama istri tercintanya, Uya menceritakan awal terkena hingga saat proses isolasi hingga masuk rumah sakit. Uya tak sendiri. Sang istri, Astrid, anaknya yakni Nino, dan beberapa pegawai di rumahnya pun dinyatakan positif. (Youtube/Uya Kuya TV)
Bersama istri tercintanya, Uya menceritakan awal terkena hingga saat proses isolasi hingga masuk rumah sakit. Uya tak sendiri. Sang istri, Astrid, anaknya yakni Nino, dan beberapa pegawai di rumahnya pun dinyatakan positif. (Youtube/Uya Kuya TV)

Bersama istri tercintanya, Uya menceritakan awal terkena hingga saat proses isolasi hingga masuk rumah sakit. Uya tak sendiri. Sang istri, Astrid, anaknya yakni Nino, dan beberapa pegawai di rumahnya pun dinyatakan positif. (Youtube/Uya Kuya TV)

Awalnnya tidak menyangka, karena selama ini, keluarganya sangat ketat menjaga protokol kesehatan. Selain menggunakan masker secara berlapis, juga rutin swab PCR dua minggu sekali.Bahkan, saking parnonya, sampai orang rumah yang bekerja di tempatnya ikut di swab. (Youtube/Uya Kuya TV)
Awalnnya tidak menyangka, karena selama ini, keluarganya sangat ketat menjaga protokol kesehatan. Selain menggunakan masker secara berlapis, juga rutin swab PCR dua minggu sekali.Bahkan, saking parnonya, sampai orang rumah yang bekerja di tempatnya ikut di swab. (Youtube/Uya Kuya TV)

Awalnnya tidak menyangka, karena selama ini, keluarganya sangat ketat menjaga protokol kesehatan. Selain menggunakan masker secara berlapis, juga rutin swab PCR dua minggu sekali.Bahkan, saking parnonya, sampai orang rumah yang bekerja di tempatnya ikut di swab. (Youtube/Uya Kuya TV)

Saat dinyatakan positif, ia memutuskan isolasi mandiri di apartemen. Kondisi memburuk, hingga keesokan harinya dokter yang memeriksa meminta Uya untuk di rawat di rumah sakit. Sempat kesulitan mencari rumah sakit karena penuh, hingga akhirnya ditolong salah satu temannya. (Youtube/Uya Kuya TV)
Saat dinyatakan positif, ia memutuskan isolasi mandiri di apartemen. Kondisi memburuk, hingga keesokan harinya dokter yang memeriksa meminta Uya untuk di rawat di rumah sakit. Sempat kesulitan mencari rumah sakit karena penuh, hingga akhirnya ditolong salah satu temannya. (Youtube/Uya Kuya TV)

Saat dinyatakan positif, ia memutuskan isolasi mandiri di apartemen. Kondisi memburuk, hingga keesokan harinya dokter yang memeriksa meminta Uya untuk di rawat di rumah sakit. Sempat kesulitan mencari rumah sakit karena penuh, hingga akhirnya ditolong salah satu temannya. (Youtube/Uya Kuya TV)

Uya dan istri menjalani perawatan di rumah sakit. Uya demam dan suhu tubuhnya sangat tinggi mencapai 40 derajat celcius. Uya bahkan sempat tak sadarkan diri. Kondisi semakin membaik setelah lima hari di rawat di RS.
Uya dan istri menjalani perawatan di rumah sakit. Uya demam dan suhu tubuhnya sangat tinggi mencapai 40 derajat celcius. Uya bahkan sempat tak sadarkan diri. Kondisi semakin membaik setelah lima hari di rawat di RS.

Uya dan istri menjalani perawatan di rumah sakit. Uya demam dan suhu tubuhnya sangat tinggi mencapai 40 derajat celcius. Uya bahkan sempat tak sadarkan diri. Kondisi semakin membaik setelah lima hari di rawat di RS.

Selama di rumah sakit, kondisinya sempat menurun. Bahkan, yang harusnya banyak makan, ia tidak bisa. Berkali-kali muntah, hingga masuk makanan dan obat-obatan juga muntah. (Youtube/Uya Kuya TV)
Selama di rumah sakit, kondisinya sempat menurun. Bahkan, yang harusnya banyak makan, ia tidak bisa. Berkali-kali muntah, hingga masuk makanan dan obat-obatan juga muntah. (Youtube/Uya Kuya TV)

Selama di rumah sakit, kondisinya sempat menurun. Bahkan, yang harusnya banyak makan, ia tidak bisa. Berkali-kali muntah, hingga masuk makanan dan obat-obatan juga muntah. (Youtube/Uya Kuya TV)

Pria kelahiran Bandung 45 tahun silam itu juga menceritakan setiap hari menangis karena merasakan sakit saat obat dimasukkan melalui darah. (Youtube/Uya Kuya TV)
Pria kelahiran Bandung 45 tahun silam itu juga menceritakan setiap hari menangis karena merasakan sakit saat obat dimasukkan melalui darah. (Youtube/Uya Kuya TV)

Pria kelahiran Bandung 45 tahun silam itu juga menceritakan setiap hari menangis karena merasakan sakit saat obat dimasukkan melalui darah. (Youtube/Uya Kuya TV)