Uya Kuya Tangisi Momen Sweet Seventeen Cinta Kuya Tanpa Keluarga

Donny Adhiyasa
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presenter Uya Kuya dan sang istri Astrid serta putranya Nino sempat dirawat beberapa hari di rumah sakit karena terinfeksi COVID-19. Mereka pun kini sudah dinyatakan negatif dan tengah isolasi mandiri di rumah.

Uya mengungkapkan bagaimana dia berjuang melawan virus yang telah mendunia tersebut. Dia bercerita lewat kanal YouTube dia berjudul Ujian Terberat Dalam Hidup Uya Kuya Family, Taruhannya Nyawa yang tayang pada 14 Februari 2021.

"Ada kejadian yang sangat besar, mengerikan, menyeramkan bagi keluarga kita. Kita kena musibah, kena cobaan, yang di mana cobaan itu kita, saya khususnya berjuang antara hidup dan mati," kata Uya.

Namun, rupanya ada satu momen yang paling memilukan bagi Uya dan keluarga saat mereka harus menerima kenyataan “dikepung” paparan virus corona. Sang putri sulung, Cinta Kuya yang jadi satu-satunya negatif COVID-19 harus diungsikan ke tempat lain seorang sendiri.

Tak cuma dipisahkan dari anggota keluarganya yang tengah menjalani karantina dan isolasi mandiri, Cinta yang saat masih anak-anak sempat ngetop jago sulap itu pun harus melalui ulang tahun sweet seventeen-nya sendirian.

"Pas kita di rumah sakit (karantina), kita denger mbaknya (ART) kita satu kena (positif COVID-19). Pindahlah mereka bertiga (Cinta, Nino dan 1 ART lainnya) yang pada negatif. Satu (mbak ART) lainnya lagi mulai ada gejala, swab lagi. Cinta-Nino ikut swab lagi. Mbaknya positif," ungkap Uya.

"Mereka tinggal berdua Cinta dan Nino. Berdua anak itu tinggal, nggak ada orangtua dan kita nggak bisa dihubungin selama beberapa hari karena hp juga gue nggak bisa megang hp, Astrid konsen ke gue, anak-anak itu panik. Sampai denger kabar Nino demam, gue langsung feeling kena nih. Dan ternyata benar, Nino positif," kata Uya.

"Itu aku nangis, dan akhirnya kita putuskan Nino gabung sama yang positif lain, Cinta pindah lagi. Cinta sendirian dan di situ Cinta nangis kejer, karena Cinta itu orangnnya sensitif ya," ujar Uya.

"Dia bilang 'Ma, aku takut sendirian. Aku gimana, masa aku sendiri nggak ada yang nemenin', nah itu disitu nangis bareng. 'Ka, tapi kamu harus kuat dan mau nggak mau'," jelas Astrid.

"Di tempat tinggal kita pakai kompor listrik, sementara yang Cinta tempatin pakai kompor gas. Bingung, dia nggak pernah tahu caranya masang gas, tapi dia kan harus makan," lanjut Uya.

"Selama di rumah sakit gue nangis, karena sebentar lagi ulang tahun Cinta yang ke-17 tahun. Anak putri, anak cewek kesayangan ulang tahun ke-17 (2 Februari). Gue udah nyiapkan kado-surprise buat dia, tapi semua berantakan dan itu yang membuat gue tiap hari nangis,"

"Gue bayangin Cinta ulang tahun ke-17, tapi nggak ada keluarganya, nggak ada orangtuanya," ujar Uya, sambil berderai air mata.