Uzbekistan Beri Penghormatan ke Presiden RI Sukarno di Hari Kemerdekaan ke-30

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Uzbekistan memperingati Hari Kemerdekaan yang jatuh setiap tanggal 1 September. Situasi pandemi COVID-19 membuat perayaan tersebut harus dilakukan secara daring.

Kedutaan Besar Republik Uzbekistan di Jakarta memperingati Hari Kemerdakaan Uzbekistan ke-30 secara daring melalui kanal YouTube resmi Kedutaan Uzbekistan.

Pada 1991, pasca keruntuhan Uni Soviet, Republik Uzbekistan resmi menjadi negara yang merdeka di peta dunia.

Dalam Bahasa Uzbek, Hari kemerdekaan juga dikenal sebagai Mustaqilligi Kuni, yang umumnya dirayakan meriah dengan kembang api, parade militer, upacara peletakan karangan bunga, dan kegiatan hiburan seperti musik dan tarian tradisional.

Namun, karena pandemi COVID-19 belum usai, banyak kegiatan dibatasi untuk menghindari kerumunan. Oleh karena itu, perayaan ke-30 Uzbekistan dilakukan secara virtual.

Perayaan virtual yang berlangsung sekitar 40 menit ini diawali dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Uzbekistan dan diikuti lagu Kebangsaan Indonesia. Selanjutnya sambutan dari mitra-mitra baik Uzbekistan dan diakhiri dengan pertunjukkan kebudayaan Uzbekistan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Sambutan Duta Besar Uzbekistan

Monumen Kemerdekaan (Sumber: Kedutaan Besar Uzbekistan di Jakarta)
Monumen Kemerdekaan (Sumber: Kedutaan Besar Uzbekistan di Jakarta)

Ulugbek Rozukulov selaku Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia mengawali sambutan dengan mengatakan bahwa sebuah kehormatan baginya untuk dapat merayakan Kemerdekaan Uzbekistan ke-30.

Dalam periode ini, Uzbekistan telah menerapkan reformasi politik, sosial dan ekonomi dalam skala yang besar. Kini, Uzbekistan menjadi negara yang memiliki peluang besar, kata Dubes Ulugbek Rozukulov.

Sejak awal kemerdekaan Uzbekistan, Indonesia merupakan salah satu mitra penting di wilayah Asia Tenggara.

"Kedua negara telah menyelenggarakan berbagai inisiatif bersama serta dukungan yang saling menguntungkan pada tingkat bilateral maupun multilateral," ujar Dubes.

Dubes yang bertugas sejak April 2018 ini menyebut bahwa Uzbekistan secara historis memainkan peran sentral dalam mengembangkan peradaban Islam. Terdapat ribuan monumen dan peninggalan sejarah Islam di negeri kelahiran Imam Bukhari ini.

Kemudian, beliau juga menyampaikan rasa hormat kepada Presiden pertama Indonesia, Sukarno.

"Tahun ini juga, Indonesia telah merayakan ulang tahun ke-120 Presiden Sukarno. Memanfaatkan kesempatan baik ini, izinkan menyampaikan rasa hormat saya yang mendalam kepada sosok luar biasa ini," sambungnya.

Sambutan Perwakilan Indonesia untuk Uzbekistan

Monumen Kemerdekaan (Sumber: Kedutaan Besar Uzbekistan di Jakarta)
Monumen Kemerdekaan (Sumber: Kedutaan Besar Uzbekistan di Jakarta)

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Uno. Beliau menyampaikan harapan positif Uzbekistan untuk ke depannya.

"Saya percaya bahwa Uzbekistan, di bawah kepemimpinan Presiden Shavkat Mirziyoyev, mampu menghadapi tantangan global dengan keberanian dan ketabahan," ujar Sandiaga.

Sebagai mitra Indonesia, Uzbekistan telah berkembang progresif di berbagai bidang seperti, ekonomi, perdagangan dan pariwisata.

Diselingi dengan presentasi keindahan Negara Uzbekistan, Sandiaga mengatakan bahwa dalam sektor pariwisata, mereka telah bekerja untuk menghapus hambatan visa bagi turis Indonesia dan Uzbekistan.

Wakil DPR RI Bidang Industri dan Pembangunan, Rachmat Gobel juga turut memberikan sambutan dalam perayaan Hari Kemerdekaan Uzbekistan.

"Mari kita kerja bersama demi menciptakan dunia yang adil, sejahtera, dan damai untuk seluruh umat manusia. Indonesia dan Uzbekistan dapat bekerja sama untuk memperkuat kemitraannya di semua bidang, termasuk budaya, ekonomi, dan pariwisata," terangnya.

Disusul dengan sambutan oleh Ketua Badan kerja Sama Antar Parlemen DPR RI, Fadli Zon yang mengatakan bahwa Uzbekistan telah mencapai kemajuan yang pesat dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi, hubungan ekonomi, dan komitmennya guna menciptakan masa depan yang damai dan sejahtera.

Sambutan terakhir diucapkan oleh Rektor Universitas Gunadarma sekaligus brand ambassador Uzbekistan-Indonesia, Eko Sri Margianti yang memberikan ucapan selamat dan harapan agar Uzbekistan diberikan kebahagiaan dan kelancaran di tahun-tahun mendatang.

Dalam rangkaian acara tersebut dipaparkan juga video singkat tentang Negara Uzbekistan, sejarah dan kebudayaan, serta makanan tradisional. Lalu, acara tersebut ditutup dengan pertunjukan musik dan tarian tradisional Uzbekistan.

Reporter: Cindy Damara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel