Vaginal Implant, Jalan Pintas Baru Dapatkan Orgasme

Gairah seksual, khususnya untuk perempuan, terkait langsung dengan vagina yang menjadi salah satu organ terpenting untuk hubungan seksual. Sayangnya, vagina bisa berubah bentuk akibat proses melahirkan yang berulang, sehingga membuat area G-Spot, berjarak kurang lebih 3 centimeter dari langit-langit vagina, menjadi kendur dan masuk ke dalam. Efeknya, area sensitif itu kurang tersentuh penis saat penetrasi seksual. Di sinilah teknik vaginal implant muncul untuk mengatasi masalah tersebut.

Belum familiar dengan vaginal impant? Teknik satu ini sebenarnya sudah ada dua tahun belakangan ini di dunia ginekologi internasional, sementara untuk di Indonesia sendiri memang masih terhitung langka. Saking jarangnya teknik ini dieksekusi, tak sembarang ginekolog bisa ditemui dan ditanya soal vaginal implant. Terdengar langka untuk sebagian orang, vaginal implant sebenarnya  pembaharuan dari metode penyuntikan kolagen ke G-Spot. Kolagen yang disuntikkan hanya akan bertahan selama 6-8 bulan dan harus disuntikkan ulang. Sedangkan, vaginal implant bagaikan memasang implan sintetis di hidung yang hanya cukup dilakukan sekali dan bertahan selamanya. Dengan dipasangkan implan, G-Spot menjadi menonjol kembali dan akan dengan mudah dan lebih sensitif tersentuh penis, sehingga bukan hanya orgasme, tapi multiorgasme bisa didapatkan.

Dalam perkembangannya di Indonesia, khususnya di ibukota, vaginal implant masih sangat sedikit yang tahu. “Budaya masyarakat kita yang masih konservatif membuat teknik satu ini tak bisa dikomersialisasikan terlalu luas. Saya sendiri mensosialisasikan dan menjalankannya kepada pasien yang sudah lama dengan saya, sehingga sampai sekarang jumlah pasiennya baru mencapai puluhan orang. Alasannya ya karena itu tadi, vaginal implant hanya bisa dipercaya dan diyakini dengan personal approach,” urai Dr. A.M. Puguh SpOG.MMR, ginekologi yang sudah mempraktekkan vaginal implant selama setahun terakhir ini.

Bagaimana dengan tingkat kesuksesannya? Dr. Puguh mengatakan kalau dari semua pasiennya tak ada yang mengeluh setelah memasang vaginal implant. Masalah seperti gairah seksual yang menurun atau tak pernah merasakan orgasme, bisa diselesaikan dengan teknik ini.

“Untuk sekarang, vaginal implant yang saya tangani dilakukan oleh perempuan yang telah melahirkan lebih dari tiga kali, menjelang menopause, atau harus menjalani pengangkatan rahim untuk keperluan medis. Nah, faktor terakhir itu yang setahun ini makin banyak dilakukan, karena gairah seksual perempuan terkadang menurun ketika rahim diangkat,” sambung Dr. Puguh.

Oke, mari kita berbicara sejenak tentang risikonya. Dr. Puguh mengakui sendiri kalau vaginal implant tetap ada risikonya, tapi menurutnya minor dan tak perlu ditakuti.

“Setelah vaginal implant, pasien diwajibkan untuk ‘puasa’ bercinta selama sebulan demi memulihkan kondisi vagina. Selain itu, vagina bisa saja infeksi dan keputihan. Namun, itu semua bisa ditanggulangi dengan mudah dan tak berkembang menjadi penyakit serius. Lagipula, vaginal implant ini tergolong bedah kecil yang hanya berlangsung sekitar 40 menit lalu pasien bisa langsung pulang dan beraktivitas seperti biasa.”

Lalu, bagaimana efeknya untuk laki-laki setelah pasangannya menjalani vaginal implant?

“Pada dasarnya teknik ini sepenuhnya adalah untuk kepuasan si perempuan dalam mendapatkan orgasme bahkan multiorgasme. Untuk fleksibilitas dan cengkeraman otot vagina, bisa terus dilatih dengan senam kegel. Dengan kata lain, bila mengombinasikan senam kegel yang rutin dan vaginal implant, maka kepuasan bercinta untuk masing-masing pihak akan mencapai titik maksimal yang barangkali tak pernah dapatkan sebelumnya,” sambung Dr. Puguh.

Soal harga, vaginal implant di bawah penanganan Dr. Puguh dikenai harga 15-20 juta Rupiah, tergantung dengan kondisi pasien yang berpengaruh pada proses pemasangannya. Perkara mahal atau murah, semua itu tentunya relatif kepada yang menjalankannya. Berdasarkan pengalaman dari pasien Dr. Puguh misalnya, berawal dari multiorgasme berkat vaginal implant, kelanggengan rumah tangga sebuah pernikahan bisa tetap terjaga. Dimana, itu adalah harga yang lebih mahal ketimbang nilai sebuah bedah plastik.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.