Vaksin Bantu Atlet Indonesia Jaga Prestasi Internasional di Tengah Pandemi Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Atlet merupakan salah satu sasaran program vaksinasi tahap kedua vaksin Covid-19. Pasalnya, olahragawan bisa mengharumkan negara di pentas internasional.

Pada 26 Februari 2021, atlet, pelatih, dan tenaga pendukungnya menerima vaksin Covid-19 dosis pertama. Mereka mendapat dosis kedua pada 13 Maret.

"Atlet punya kontribusi yang sangat besar bagi bangsa dan negara. Mengutip Wakil Presiden, bendera dan lagu kebangsaan bisa didengarkan di luar negeri pada dua kesempatan," ujar Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto dalam Dialog Produktif bertema Bangkitkan Semangat Atlet Melalui Vaksinasi.

"Pertama pada saat kepala pemerintahan berkunjung ke negara lain, yang kedua adalah saat atlet berlaga di luar negeri dan memenangkan kejuaraan, atas dasar itulah atlet diberi prioritas mendapatkan vaksinasi," sambungnya pada acara yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu.

Direktur Kesehatan Kerja dan Olahraga Kemenkes dr. Riskiyana Sukhandi Putra, M.Kes, menyampaikan, atlet jadi prioritas dalam persiapan menghadapi kompetisi nasional maupun internasional yang membawa nama harum bagi bangsa,” terangnya.

Sudah Ditunggu

Atlet bulutangkis Indonesia yang akan berlaga di All England 2021 telah mendapatkan dosis kedua vaksin COVID-19, Jumat (12/3/2021). (Dok PBSI)
Atlet bulutangkis Indonesia yang akan berlaga di All England 2021 telah mendapatkan dosis kedua vaksin COVID-19, Jumat (12/3/2021). (Dok PBSI)

Sebanyak 821 atlet dan tenaga pendukung sudah mendapatkan vaksin pada pemberian dosis pertama di Istora Senayan. Atlet yang mengikuti program vaksinasi ini tidak hanya olahragawan nasional namun juga kepada atlet-atlet di daerah.

“Vaksin ini banyak ditunggu khususnya bagi masyarakat olahraga, kita ketahui pada tanggal 20 Oktober sampai 4 November 2021 kita akan melaksanakan PON ke-20 di Papua, dan baru saja kita rapat bersama 34 KONI Provinsi di seluruh Indonesia, dan meminta seluruh atlet dan tenaga pendukung bisa divaksin segera,” tutur Ketua BINPRES KONI Pusat Doedie Gambiro.

Hampir 7.000 atlet berlaga pada PON mendatang. Jumlah itu membengkak menjadi 10 ribu jika dihitung ofisial.

Sambut PON

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada atlet di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2021). Sebanyak 5.000 atlet diprioritaskan karena mereka dijadwalkan mengikuti beberapa kejuaraan single event maupun multievent dalam waktu dekat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada atlet di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2021). Sebanyak 5.000 atlet diprioritaskan karena mereka dijadwalkan mengikuti beberapa kejuaraan single event maupun multievent dalam waktu dekat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Dalam rapat terbatas bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Presiden Indonesia juga telah mengarahkan untuk mempersiapkan penyelenggaraan PON 2021.

“Bapak Presiden menyatakan para atlet wajib divaksin secepat mungkin, begitu juga masyarakat sekitar venue pertandingan olahraga juga akan divaksinasi,” tutur Gatot Dewa Broto.

“Pertandingan dalam olahraga yang menentukan kemenangan juga ada faktor psikologis. Sehingga vaksinasi memberikan rasa nyaman, sehingga prestasi mereka bisa keluar secara maksimal. Ini membuat percaya diri para atlet bertambah besar,” tambah Doedie Gambiro.

Ajang Pembuktian

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada atlet di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2021). Sebanyak 5.000 atlet diprioritaskan karena mereka dijadwalkan mengikuti beberapa kejuaraan single event maupun multievent dalam waktu dekat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada atlet di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (26/2/2021). Sebanyak 5.000 atlet diprioritaskan karena mereka dijadwalkan mengikuti beberapa kejuaraan single event maupun multievent dalam waktu dekat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

PON ke-20 di Papua nantinya akan menjadi ajang pembuktian bagi Indonesia. Dengan jumlah 10 ribu atlet dan pendukungnya, kesempatan ini akan memperlihatkan bagaimana Indonesia bisa mengendalikan Covic-19 melalui protokol kesehatan yang ketat.

“Ini justru bukan hambatan bagi kami tapi tantangan yang menarik, karena kami ingin menunjukkan PON di Papua bisa berlangsung sukses di walau dalam kondisi pandemi,” terang Doedie Gambiro.

“Di mata internasional Indonesia dinilai sudah bagus dalam memprioritaskan vaksinasi kepada atlet. Pengaruh vaksinasi atlet ini sangat besar sekali,” tutup Gatot Broto.

Saksikan Video Berikut Ini