Info Vaksin Booster Paling Lengkap, Cek Infonya di Sini!

·Bacaan 7 menit
Info Vaksin Booster Paling Lengkap, Cek Infonya di Sini!
Info Vaksin Booster Paling Lengkap, Cek Infonya di Sini!

RumahCom - Vaksin booster atau vaksin dosis ketiga COVID-19 merupakan salah satu bentuk untuk mencegah peningkatan kasus virus corona yang akhir-akhir ini mulai meningkat. Adapun data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 244 kabupaten/kota memenuhi syarat untuk melaksanakan vaksin booster dengan catatan 70 persen cakupan vaksin dosis pertama dan 70 persen vaksin dosis kedua.

Vaksin booster sendiri sudah dilaksanakan sejak 12 Januari 2022 lalu di berbagai kabupaten dan kota. Vaksin booster diberikan secara gratis dan diprioritaskan untuk kelompok lansia dan kelompok rentan (peserta BPJS PBI). Namun, secara umum vaksin booster diberikan kepada orang dewasa usia 18 tahun ke atas dan telah menerima vaksin dosis kedua dalam jangka waktu minimal 6 bulan. Bagi Anda yang ingin mengetahui informasi lengkap vaksin booster berikut penjelasannya:

  • Apa Itu Vaksin Booster

  • Jenis Vaksin yang Digunakan

  • Panduan Memilih Vaksin

  • Syarat Penerima Vaksin

  • Cara Cek Jadwal Vaksin di PeduliLindungi

  • Ketentuan Pelaksanaan Vaksin

  • Manfaat Vaksin Booster

  • Efek Samping Vaksin Booster

Apa Itu Vaksin Booster

Alt Text - Apa Itu Vaksin Booster
Alt Text - Apa Itu Vaksin Booster

Vaksinasi booster dilakukan melalui dua mekanisme yaitu mekanisme Homolog dan Heterolog. (Foto: Pexels - Maksim Goncharenok)

Menurut Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) vaksin booster adalah vaksinasi COVID-19 setelah seseorang mendapat vaksinasi primer dosis Lengkap yang ditujukan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Maxi Rein Rondonuwu mengatakan hasil studi, menunjukkan telah terjadi penurunan antibodi pada 6 bulan setelah mendapatkan vaksinasi COVID-19 dosis primer lengkap.

Sehingga dibutuhkan pemberian dosis lanjutan atau booster untuk meningkatkan proteksi individu terutama pada kelompok masyarakat rentan. Vaksinasi booster dilakukan melalui dua mekanisme yaitu mekanisme Homolog dan Heterolog.

Mekanisme dengan homolog adalah pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya. Sedangkan, mekanisme heterolog adalah pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah didapat sebelumnya.

Vaksin booster bertujuan untuk mengembalikan imunitas dan proteksi klinis yang menurun pada setiap orang. Sehingga Anda wajib melakukan vaksin booster di faskes yang terdekat pada domisili Anda. Jika Anda mencari hunian strategis dekat dengan ibu kota, cek daftar hunian di Serpong di bawah Rp1 miliar!

Jenis Vaksin Booster yang Digunakan

Ada 5 jenis vaksin yang digunakan untuk booster. (Foto: Pexels - Maksim Goncharenok)
Ada 5 jenis vaksin yang digunakan untuk booster. (Foto: Pexels - Maksim Goncharenok)

Ada 5 jenis vaksin yang digunakan untuk booster. (Foto: Pexels - Maksim Goncharenok)

Ada 5 jenis vaksin yang digunakan untuk booster yaitu antara lain Sinovac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna dan Zifivax. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa ada dua mekanisme vaksin untuk booster yang digunakan, yakni homolog dan heterolog. Berikut penjelasan masing-masing jenis vaksin yang digunakan sebagai booster:

1. Sinovac

Vaksin Sinovac sebagai booster terbukti dapat meningkatkan antibodi hingga puluhan kali. Bagi usia 18 - 59 tahun antibodi meningkat hingga 20 kali, serta lebih dari 30 kali untuk lansia 60 tahun ke atas. Fakta lain juga terungkap bahwa KIPI dari Sinovac cukup rendah.

2. Pfizer

Efek samping Pfizer sebagai booster perlu jadi perhatian jika vaksin primernya adalah Sinovac atau AstraZeneca. Efek samping booster Pfizer sifatnya lokal yakni nyeri di area suntikan, nyeri sendi, dan demam.

3. Zifivax

Vaksin Zifivax menggunakan platform rekombinan protein subunit untuk memicu respons imun. Para ilmuwan menumbuhkan versi protein yang tidak berbahaya dalam sel dan kemudian memurnikannya, sebelum dirakit menjadi vaksin. Zivifax menggunakan bentuk dimer dari receptor-binding domain (RBD) sebagai antigen, bagian yang tidak berbahaya dari virus SARS-CoV-2.

4. Moderna

Hasil uji klinis membuktikan bahwa efek samping Moderna sebagai booster umumnya bisa ditoleransi dengan baik. Sebagian besar efek samping vaksin moderna yang terjadi bisa berupa efek ringan hingga sedang.

5. AstraZeneca

Data dari studi laboratorium Universitas Oxford pada Desember 2021 lalu, menyebutkan bahwa suntikan homolog booster AstraZeneca efektif melawan Omicron. Studi tersebut didapat setelah tiga dosis vaksin yang ampuh melawan varian Dela setelah dua dosis.

Apa itu Rumah Hijau? Konsep, Manfaat, dan Tips Membuatnya
Apa itu Rumah Hijau? Konsep, Manfaat, dan Tips Membuatnya

Tips Rumah dan Apartemen

Apa itu Rumah Hijau? Konsep, Manfaat, dan Tips Membuatnya

Panduan Memilih Vaksin Booster

Vaksin Zifivax diberikan 1 dosis setelah 6 bulan dosis lengkap vaksinasi primer (Sinovac atau Sinopharm). (Foto: Pexels - Maksim Goncharenok)
Vaksin Zifivax diberikan 1 dosis setelah 6 bulan dosis lengkap vaksinasi primer (Sinovac atau Sinopharm). (Foto: Pexels - Maksim Goncharenok)

Vaksin Zifivax diberikan 1 dosis setelah 6 bulan dosis lengkap vaksinasi primer (Sinovac atau Sinopharm). (Foto: Pexels - Maksim Goncharenok)

Sebelum Anda memilih vaksin untuk booster yang tepat ada baiknya Anda amati terlebih dahulu dan mencari informasi lengkap mengenai vaksinasi booster tersebut. Berikut penjelasan pemberian dosis masing-masing jenis vaksin:

1. Sinovac

Vaksin Sinovac diberikan sebanyak 1 dosis minimal setelah 6 bulan vaksinasi lengkap. Diberikan pada usia 18 tahun ke atas. Peningkatan antibodi netralisasi hingga 21-35 kali setelah 28 hari pemberian booster/dosis lanjutan pada subjek dewasa.

2. Pfizer

Vaksin Pfizer diberikan minimal 6 bulan setelah dosis dua dari vaksinasi primer dosis lengkap. Sama halnya dengan Sinovac, Pfizer diberikan pada usia 18 tahun ke atas, peningkatan nilai antibodi netralisasi setelah 1 bulan pemberian booster/dosis lanjutan dibandingkan 28 hari setelah vaksinasi primer sebesar 3,29 kali.

3. Zifivax

Vaksin Zifivax diberikan 1 dosis setelah 6 bulan dosis lengkap vaksinasi primer (Sinovac atau Sinopharm). Diberikan untuk usia 18 tahun ke atas dengan peningkatan antibodi netralisasi lebih dari 30 kali pada subjek yang telah mendapatkan dosis primer Sinovac atau Sinopharm.

4. Moderna

Vaksin Moderna sebagai booster diberikan setengah dosis setelah 6 bulan dosis lengkap. Diberikan pada usia 18 tahun ke atas dengan kenaikan respons imun antibodi netralisasi sebesar 12,99 kali setelah pemberian dosis booster homolog vaksin Moderna.

5. AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca sebagai booster dapat diberikan 1 dosis minimal setelah 6 bulan dari vaksinasi lengkap. Diberikan pada usia 18 tahun ke atas dengan peningkatan antibodi IgG dari 1792 menjadi 3746.

Tip Rumah
</span><span style="font-weight: 400;">Sebelum melakukan vaksinasi cek kesehatan Anda terlebih dahulu dan cari informasi lengkap mengenai vaksinasi booster.

Syarat Penerima Vaksin Booster

Ibu hamil juga dapat menerima vaksinasi booster dengan jenis vaksin Pfizer atau Moderna. (Foto: Unsplash - Ed Us)
Ibu hamil juga dapat menerima vaksinasi booster dengan jenis vaksin Pfizer atau Moderna. (Foto: Unsplash - Ed Us)

Ibu hamil juga dapat menerima vaksinasi booster dengan jenis vaksin Pfizer atau Moderna. (Foto: Unsplash - Ed Us)

Melansir dari laman resmi Kemenkes, ada sejumlah syarat yang harus diperhatikan jika ingin menerima vaksin booster, antara lain:

  • Sudah berusia 18 tahun ke atas dan telah memiliki KTP

  • Telah mendapatkan vaksin primer (dosis 1 dan 2) dan dosis ke-2 sudah diterima lebih dari 6 bulan.

  • Kelompok prioritas: lansia dan kelompok penderita masalah kekebalan tubuh

  • Selain itu, ibu hamil juga dapat menerima vaksinasi booster dengan jenis vaksin Pfizer atau Moderna, sesuai SE Kementerian Kesehatan No HK.02.01/1/2007/2021 tentang Vaksinasi COVID-19 bagi Ibu Hamil dan penyesuaian skrining dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19

  • Calon penerima vaksin menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi PeduliLindungi

Cara Cek Jadwal Vaksin Booster di PeduliLindungi

Alt Text - Cara Cek Jadwal Vaksin Booster di PeduliLindungi
Alt Text - Cara Cek Jadwal Vaksin Booster di PeduliLindungi

Calon penerima vaksin menunjukkan NIK dengan membawa KTP/KK atau melalui aplikasi PeduliLindungi. (Foto: dispendukcapil.bangkalankab.go.id)

Untuk mendapatkan vaksinasi booster, Anda perlu mendapat tiket vaksinasi. Tiket dapat dicek di aplikasi PeduliLindungi. Jika telah mendapat tiket vaksinasi booster, Anda bisa langsung menuju fasilitas kesehatan yang terdaftar vaksinasi booster untuk mendapat vaksin dosis ketiga. Berikut cara mengecek tiket vaksinasi booster di PeduliLindungi:

  • Buka aplikasi PeduliLindungi

  • Masuk dengan akun yang terdaftar

  • Klik menu “Profil” dan pilih“Riwayat dan Tiket Vaksin”

  • Tiket vaksinasi booster atau dosis ketiga akan muncul bagi masyarakat yang mendapat tiket

  • Kunjungi fasilitas kesehatan terdaftar yang menyediakan vaksinasi booster

Manfaat Vaksin Booster

Guna meningkatkan sistem imunitas tubuh, vaksin booster diperlukan. (Foto: Pexels - Maksim Goncharenok)
Guna meningkatkan sistem imunitas tubuh, vaksin booster diperlukan. (Foto: Pexels - Maksim Goncharenok)

Guna meningkatkan sistem imunitas tubuh, vaksin booster diperlukan. (Foto: Pexels - Maksim Goncharenok)

Vaksin dapat membantu untuk melindungi tubuh dari virus dan bakteri yang berbahaya. Virus dapat bermutasi seiring waktu sehingga membuat vaksin yang diterima kurang efektif. Guna meningkatkan sistem imunitas tubuh, vaksin booster diperlukan.

Lalu, apa saja manfaat yang dapat diberikan oleh vaksin booster? Berikut penjelasannya!

  • Meningkatkan respons kekebalan tubuh terhadap patogen tertentu setelah menerima dosis vaksin awal

  • Untuk memperpanjang perlindungan pasca vaksin sebagai langkah penguat dan mencegah penularan dari varian virus corona yang telah bermutasi

  • Meningkatkan kembali efektivitas vaksin pada tubuh

  • Sebagai bentuk usaha adaptasi masyarakat hidup di masa pandemi COVID-19 demi kesehatan jangka panjang

Efek Samping Vaksin Booster

(Foto: Pexels - Anna Shvets)
(Foto: Pexels - Anna Shvets)

Minum paracetamol jika demam, menggigil, atau pegal-pegal setelah vaksinasi. (Foto: Pexels - Anna Shvets)

Efek samping dari vaksin booster ada berbagai macam tergantung dengan jenisnya. Berikut penjelasan efek samping vaksinasi booster sesuai jenis yang digunakan:

1. Sinovac

  • Nyeri

  • Iritasi dan sedang berupa pembengkakan sistemik

  • Nyeri otot

  • Demam

  • Gangguan sakit kepala

2. Pfizer

  • Nyeri pada tempat suntikan

  • Kelelahan

  • Nyeri kepala

  • Sakit otot

  • Nyeri sendi

  • Demam

3. Zifivax

  • Nyeri pada tempat suntikan

  • Sakit kepala

  • Kelelahan

  • Demam

  • Nyeri otot

  • Batuk mual

  • Serta diare dengan tingkat keparahan grade 1 dan 2

4. AstraZeneca

  • Nyeri pada bekas suntikan

  • Tidak enak badan

  • Merasa lelah

  • Menggigil atau demam

  • Sakit kepala

  • Mual

  • Nyeri sendi

5. Moderna

  • Nyeri di tempat suntikan

  • Demam

  • Pegal

  • Mual

Itulah beberapa efek samping dari vaksin booster sesuai dengan jenisnya. Ada juga beberapa pantangan yang perlu dilakukan setelah melakukan vaksinasi booster yaitu Anda dianjurkan agar tidak merokok dan konsumsi minuman beralkohol.

Anda juga sebaiknya tidak melakukan aktivitas fisik yang berat setidaknya selama 2-3 hari setelah vaksin booster. Pasalnya, tubuh membutuhkan waktu untuk pulih dari efek samping vaksin booster.

Selain pantangan di atas ada beberapa anjuran yang sebaiknya dilakukan setelah mendapatkan booster yaitu:

  • Minum paracetamol jika demam, menggigil, atau pegal-pegal setelah vaksinasi

  • Cukupi kebutuhan nutrisi dan cairan setelah vaksinasi

  • Istirahat yang cukup setelah vaksinasi, siapkan waktu untuk pulang cepat atau istirahat dari kerja

  • Tetap mematuhi protokol kesehatan

Tonton video berikut ini untuk mengetahui cara mengetahui KPR!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel