Update Vaksin COVID-19: 49. 667 Nakes Aceh sudah Disuntik

Syahdan Nurdin
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak 49.667 tenaga kesehatan (nakes) di Provinsi Aceh telah menjalani vaksinasi COVID-19, sebagai upaya pemerintah dalam pengendalian pandemi karena virus corona jenis baru.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Rabu, mengatakan data terakhir yang diterima bahwa nakes yang telah jalani penyuntikan vaksin 49.667 orang atau 87,95 persen dari target vaksinasi bagi 56.470 nakes.

“Ada sekitar 6.803 nakes yang belum melakukan vaksin dosis pertama di seluruh Aceh,” kata Saifullah.

Jubir yang akrab disapa SAG itu meminta nakes yang belum divaksin Sinovac dosis pertama untuk segera melakukan penyuntikan vaksin, mengingat vaksinasi berikutnya bagi petugas pelayanan publik akan segera dimulai pada pekan terakhir Februari 2021.

“Kesempatan vaksinasi bagi nakes masih dibuka dan jangan lagi menunda kecuali ada indikasi medis yang mengharuskan penundaan itu,” katanya.

Ia menambahkan bagi nakes yang sudah mendapatkan penyuntikan vaksin Sinovac dosis pertama agar dapat melanjutkan dengan penyuntikan dosis kedua, sesuai dengan jadwal vaksin ulang yang telah ditentukan vaksinator.

“Vaksinasi dosis pertama wajib dilanjutkan dengan penyuntikan dosis kedua supaya dapat terbentuk antibodi secara optimal,” katanya.

Menurut SAG nakes yang telah menjalani vaksinasi dosis kedua di seluruh Aceh sebanyak 2.642 orang, di antaranya nakes di Kota Banda Aceh sebanyak 1.730 orang dan nakes di Kabupaten Aceh Besar sebanyak 883 orang.

Menurut dia, daerah dengan cakupan vaksinasi nakes tertinggi di Aceh, yang melebihi 100 persen, yakni Kabupaten Aceh Barat, Aceh Besar dan Kota Langsa. Sedangkan Kota Subulussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Pidie, dan Kabupaten Bener Meriah masih rendah sehingga diminta segera menjalankan vaksinasi dosis pertama.

“Pengalaman nakes yang sudah disuntik dosis pertama dan dosis kedua membuktikan bahwa vaksin Sinovac yang digunakan aman dan nyaman. Meski ada efek samping tidak ada yang sampai membahayakan,” katanya. (ant)