Info Vaksin COVID-19 Berbayar di RS Pelni Dicabut, Ini Penjelasannya

Dedy Priatmojo, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Pertamina Bina Medika IHC menanggapi beredarnya informasi yang berkaitan dengan program vaksinasi bertarif, yang dikaitkan dengan PT RS Pelni.

Sebagai holding RS BUMN yang menaungi PT RS Pelni, manajemen Pertamina Bina Medika IHC pun menyampaikan bahwa informasi yang beredar mengenai layanan vaksinasi COVID-19 di RS PELNI adalah informasi yang dikeluarkan RS Pelni pada Selasa 2 Februari 2021

"Namun dapat kami sampaikan bahwa RS Pelni tidak memiliki wewenang untuk melakukan pengadaan vaksin," kata pihak manajemen Pertamina Bina Medika IHC dalam keterangan tertulis yang diterima VIVA, Selasa 2 Februari 2021.

Melihat banyaknya kesalahpahaman yang timbul atas informasi tersebut, manajemen Pertamina Bina Medika IHC pun memutuskan untuk menarik informasi itu. Kemudian, berkaitan dengan informasi harga vaksinasi yang tercantum, pihak manajemen mengklarifikasi bahwa informasi tersebut bukan merupakan informasi resmi.

Karena sampai hari ini, program vaksin yang berjalan adalah program vaksin pemerintah yang diberikan secara gratis dengan menggunakan produk vaksin Sinovac.

Sesuai dengan Peraturan Presiden berkaitan dengan pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi COVID-19, IHC dan Grup RS di bawahnya tidak memiliki wewenang dalam pengadaan vaksin.

Pihak manajemen IHC menegaskan bahwa seluruh program vaksin adalah di bawah kewenangan Kementerian Kesehatan, dan sampai saat ini belum ada peraturan resmi berkaitan dengan program vaksin mandiri.

"Atas kesalahpahaman dan ketidaknyamanan yang timbul, kami sampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya," ujar pihak manajemen IHC.

Diketahui, sebelumnya beredar selebaran elektronik berisi layanan dan tarif vaksinasi yang mengatasnamakan RS Pelni. Di dalamnya, tercantum berbagai jenis vaksin, klasifikasi, dosis, serta harga yang dikenakan untuk tiap-tiap jenis dan merek vaksin yang tertera.