Vaksin COVID-19 Bharat India Diklaim 93 Persen Ampuh Lawan Gejala Parah

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Delhi - Uji coba tahap III vaksin COVID-19 Bharat Biotech India diklaim 93,4 persen ampuh melawan COVID-19 bergejala parah, menurut perusahaan pada Sabtu 3 Juli 2021, sebuah temuan yang dapat meningkatkan penerimaan Covaxin di masyarakat.

Data tersebut menunjukkan perlindungan 65,2 persen terhadap varian COVID Delta, yang pertama kali muncul di India, yang menyebabkan lonjakan infeksi pada April hingga Mei sekaligus jumlah kematian harian tertinggi di dunia.

Vaksin buatan dalam negeri itu juga menunjukkan kemanjuran 77,8 persen terhadap gejala COVID-19 pada uji coba tersebut.

Bulan lalu produsen AstraZeneca juga mengklaim bahwa vaksin buatannya ampuh melawan varian COVID Delta dan Kappa, mengutip sebuah studi.

India telah memberikan vaksin COVID-19 AstraZeneca, yang diproduksi di dalam negeri oleh Serum Institute of India. Pihaknya berencana menambah produksi bulanan mulai Juli, menjadi hampir 100 juta dosis.

Bharat Biotech kini memperkirakan dapat menghasilkan 23 juta dosis per bulan.

Data uji coba tahap III muncul saat Ocugen, yang sama dengan Bharat Biotech mengembangkan Covaksin untuk pasar AS, bersiap mengajukan permohonan persetujuan penuh AS.

India, yang mengonfirmasi 30,45 juta infeksi, merupakan negara kedua di dunia yang paling parah terdampak COVID setelah AS, dengan 33 juta infeksi. Total kematian COVID-19 di negeri Bollywood itu kini menembus angka 400.000.

Update COVID-19 3 Juli 2021

Petugas kesehatan menyuntik seorang pekerja dengan vaksin Covid-19 Covishield di dalam bus penumpang yang diubah menjadi pusat vaksinasi keliling di Kolkata, Kamis (3/6/2021). India telah menderita pandemi yang menghancurkan sejak April, dan baru-baru ini mulai mereda. (Dibyangshu SARKAR/AFP)
Petugas kesehatan menyuntik seorang pekerja dengan vaksin Covid-19 Covishield di dalam bus penumpang yang diubah menjadi pusat vaksinasi keliling di Kolkata, Kamis (3/6/2021). India telah menderita pandemi yang menghancurkan sejak April, dan baru-baru ini mulai mereda. (Dibyangshu SARKAR/AFP)

Per Sabtu (3/6/2021) kasus COVID-19 global sudah menembus 183.089.842, dengan angka kematian 3.964.052 menurut data yang dikumpulkan oleh John Hopkins University.

Amerika Serikat (AS) masih berada di peringkat teratas sebagai negara dengan infeksi Virus Corona COVID-19 terbanyak. Indonesia masih berada di urutan ke-17 dunia.

Sementara menurut World o Meter, Indonesia menjadi negara dengan kasus COVID-19 terbanyak ke-4 di Asia. Setelah India, Turki dan Iran.

Berdasarkan data tersebut, Indonesia berada di urutan pertama negara ASEAN dengan kasus infeksi COVID-19 terbanyak.

Berikut ini data total kasus COVID-19 dari 10 negara ASEAN selengkapnya:

Indonesia 2,228,938Filipina 1,424,518Malaysia 765,949Thailand 277,151Myanmar 161,210Singapura 62,599Kamboja 53,298Vietnam 18,360Laos 2,213 Brunei Darussalam 261

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel