Vaksin COVID-19 Buatan Indonesia Diprediksi Selesai April-Mei

Syahrul Ansyari, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 1 menit

VIVA - Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Prof Kusnandi Rusmil, menyebut kalau vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Tanah Air mungkin paling cepat keluar pada bulan April-Mei 2021 berdasar penelitannya.

"Hasil akhir April-Mei kalau sudah lulus fase tiga," kata dia dalam Webinar KPCPEN #27 bertema 'Vaksinasi Aman Lindungi Keluarga dan Komunitas Sehat Produktif', Jumat, 20 November 2020.

Baca juga: WHO Puji Indonesia yang Tergabung dalam Program Vaksin COVID-19

Untuk itu, apabila ada uji coba vaksin pada Desember mendatang, itu bukanlah vaksin buatan Indonesia. Bisa jadi itu adalah vaksin yang diproduksi negeri Tirai Bambu, Tiongkok.

Namun, bisa saja itu vaksin yang dibuat Indonesia. Kenapa bisa demikian, karena kata dia, ada yang namanya emergency use yaitu penggunaan sebelum selesai, tapi uji klinisnya tetap harus diselesaikan sampai fase keempat.

"Kalau ada yang dipakai bulan Desember, bukan vaksin buatan Indonesia," katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, syarat vaksin ialah harus aman. Kata dia, vaksin berguna menciptakan imunitas individu untuk mencegah penyakit infeksi tertentu.

Prof Kusnandi menambahkan, apabila sebagian besar masyarakat divaksinasi maka kemampuan patogen untuk menyebar sangat terbatas dan kelompok yang tak diimunisasi tetap sehat.

Maka dari itu, hal tersebut yang membuat masyarkat perlu vaksin menghadapi COVID-19 ini.

"Tujuan vaksinasi COVID-19 menurunkan kesakitan dan kematian, mencapai kekebalan kelompok untuk mencegah dan melindungi kesehatan masyarakat, melindungi dan memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh, dan menjaga produktifitas dan meminimalkan dampak sosial dan ekonomi," katanya.