Vaksin Covid-19 BUMN Masuk Uji Klinik Fase 3, Sasaran 5.040 Subjek

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah melakukan kick off uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 BUMN. Pada fase ini, uji klinis melibatkan 5.040 subjek dengan rentang usia 18 sampai 70 tahun.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan pihaknya sudah memberikan izin uji klinis fase tiga.

"Kami sudah memberikan izin untuk melakukan (uji klinik fase 3)," katanya dalam konferensi pers, Kamis (9/6).

Penny memastikan BPOM telah mengawal pengembangan vaksin Covid-19 BUMN, mulai dari tahap preklinik, uni klinik fase 1 dan 2. Dia berharap uji klinik fase tiga ini memenuhi standar sehingga mendapatkan izin penggunaan darurat yang dilanjutkan dengan produksi komersil.

"Harapannya menjadi vaksin aman, bermutu, efektif, berkhasiat dan berdaya saing tentunya," ucapnya.

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan uji klinis fase ketiga vaksin Covid-19 BUMN ini ditujukan untuk vaksinasi primer atau dosis pertama dan kedua. Namun tidak tertutup kemungkinan akan dilanjutkan dengan pengujian untuk vaksinasi booster dan anak-anak.

Honesti berharap uji klinis fase tiga vaksin Covid-19 BUMN berjalan lancar sehingga bisa segera mendapatkan izin penggunaan darurat. Setelah itu, pemerintah bisa melanjutkan ke tahap produksi massal.

"Kita sudah menyiapkan kapasitas produksi yang cukup besar. Di mana untuk vaksin BUMN ini kami telah menyiapkan kapasitas 120 juta dosis per tahun," jelasnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel