Vaksin COVID-19 dari China yang Diuji Coba di RI Memasuki Tahap Akhir

Daurina Lestari, Dinia Adrianjara
·Bacaan 1 menit

VIVA – Vaksin COVID-19 eksperimental buatan Sinovac Biotech, coronavac">CoronaVac, diklaim mampu memicu respons imun yang cepat, namun tingkat antibodi yang dihasilkan lebih rendah daripada orang yang telah pulih dari penyakit tersebut.

Meski uji coba tahap awal hingga pertengahan tidak dirancang untuk menilai kemanjuran CoronaVac, para peneliti mengatakan vaksin dapat memberikan perlindungan yang cukup berdasarkan pengalaman mereka dengan vaksin lain.

Studi ini semakin meningkat, menyusul pemberitaan dari produsen obat Pfizer asal Amerika Serikat dan Moderna buatan Rusia, yang mengklaim vaksin eksperimental mereka lebih dari 90 persen efektif berdasarkan data sementara dari uji coba tahap akhir.

Baca juga: Positif COVID-19, Lurah Petamburan Dirawat di Puskesmas

CoronaVac dan empat vaksin eksperimental lainnya yang dikembangkan di China saat ini sedang melewati uji coba tahap akhir, untuk menentukan keefektifannya dalam mencegah COVID-19.

Temuan Sinovac, yang diterbitkan dalam makalah yang ditinjau oleh sejawat di jurnal medis The Lancet Infectious Diseases, berasal dari hasil uji klinis Fase 1 dan Fase 2 di China yang melibatkan lebih dari 700 peserta.

"Penemuan kami menunjukkan CoronaVac mampu memicu respons antibodi dengan cepat dalam empat minggu setelah imunisasi, dengan memberikan dua dosis vaksin pada internal 14 hari," kata salah satu penulis makalah, Zhu Fengcai.

"Kami yakin temuan ini membuat vaksin CoronaVac cocok untuk penggunaan darurat selama pandemi," ujarnya, seperti dilansir Channel News Asia, Rabu 18 November 2020.

Para peneliti mengatakan temuan dari studi besar tahap akhir, atau uji coba Fase 3, akan sangat penting untuk menentukan apakah respons kekebalan yang dihasilkan oleh CoronaVac cukup untuk melindungi orang dari infeksi virus corona. Sinovac saat ini menjalankan tiga uji coba tahap 3 di Indonesia, Brasil, dan Turki.