Vaksin COVID-19 Sinopharm Siap Pakai untuk Vaksinasi Gotong Royong

Rochimawati, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memberikan izin penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin COVID-19 Sinopharm. Vaksin yang diproduksi oleh China National Pharmaceutical Group itu rencananya akan segera tiba dan digunakan untuk program vaksinasi mandiri.

Vaksin Sinopharm ini menjadi vaksin yang ketiga di mendapatkan izin penggunaan darurat di Indonesia, setelah Sinovac dan AstraZeneca. Adapun vaksin Sinopharm ini memiliki metode yang sama seperti Sinovac yakni mengembangkannya dengan virus yang sudah dimatikan (inactivated virus).

"Dalam kesempatan ini bertambah satu lagi jenis vaksin yang saya kira nanti akan digunakan untuk Vaksin Gotong Royong. Jadi tentunya kita semua ingin segera mencapai herd immunity secepatnya dengan vaksin secara bertahap," ujar Kepala BPOM RI, Penny K. Lukito, saat konferensi pers virtual, Jumat 30 April 2021.

Penny menyebut bahwa berdasarkan hasil evaluasi secara keseluruhan terhadap data studi pre-klinik dan studi klinik, dapat disimpulkan bahwa pemberian Vaksin COVID-19 Produksi Sinopharm dalam 2 dosis dengan selang pemberian 21 - 28 hari menunjukkan profil keamanan yang dapat ditoleransi dengan baik dan efikasi serta respons imun yang baik.

"Studi Klinik fase 3 yang dilakukan pada lebih dari 42.000 subjek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara menunjukkan Efikasi Vaksin COVID-19 Produksi Sinopharm sebesar 78,02 persen," tutur Penny.

Penny menjabarkan bahwa efek samping yang timbul masih diterima dengan baik. Pada efek samping lokal ringan terjadi sekitar 0,1 persen mencakup bengkak, rasa sakit, dan kemerahan. Serta, efek samping sistemik dengan kejadian 0,1 persen yang mencakup sakit kepala, batuk, demam, hingga nyeri otot.

"Vaksin tersebut akan segera tiba di Indonesia. Sebagaimana vaksin COVID-19 sebelumnya yang telah memperoleh EUA, sebelum produk siap untuk digunakan, Badan POM melakukan proses pelulusan produk (lot release). Setelah diberikan pelulusan produk, maka vaksin tersebut siap untuk digunakan dalam program vaksinasi,” kata Penny.