Vaksin COVID-19 untuk Umum Mulai Februari, Begini Prosesnya

Adinda Permatasari, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Proses pemberian vaksin COVID-19 saat ini masih menyasar pada kelompok prioritas. Dituturkan Presiden Joko Widodo, masyarakat luas mulai bisa mendapatkan vaksin di bulan Februari mendatang. Bagaimana prosesnya?

Dikatakan Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmidzi, proses pemanggilan masyarakat melalui SMS blast dan manual. Setelahnya, masyarakat yang menerima pemanggilan itu diharapkan segera registrasi melalui aplikasi Peduli Lindungi atau ke puskesmas terdekat.

Dalam proses registrasi, akan ada self screening terkait riwayat penyakit. Akan ada 16 pertanyaan mengenai penyakit penyerta atau kondisi kesehatan yang membuat seseorang ditunda atau tidak boleh mendapat vaksinasi.

Jika lolos, maka bisa datang ke fasilitas kesehatan sesuai jadwal dan dilakukan pemeriksaan fisik seperti tekanan darah dan kadar gula darah. Namun, tak ada pemeriksaan fisik untuk deteksi COVID-19.

"Enggak ada tes antigen. Kalau dia positif (COVID-19), dia harus bilang positif. Kalau dia belum pernah diperiksa, kita anggap dia belum pernah terpapar COVID-19," jelas Nadia lagi.

Setelahnya, akan diberikan tanggal untuk proses vaksin tahap kedua lantaran tiap orang harus mendapat dua dosis untuk mencapai kekebalan. Masyarakat bisa kembali datang sesuai jadwal yang diberikan dan melapor jika ada efek samping yang dialami lebih dari 24 jam.

"Enggak ada pemantauan pasca vaksinasi. (Kalaupun ada) efek samping, paling lama lebih dari 24 jam. Kalau lebih dari itu, (ada efek samping) biasanya bukan akibat penyuntikan atau bukan vaksinasi," jawab Nadia.