Update Vaksin di Babel: 36.049 Warga sudah Disuntik Vaksin COVID-19

Syahdan Nurdin
·Bacaan 1 menit

VIVA – Satgas Penanganan COVID-19 Kepulauan Bangka Belitung menyatakan sebanyak 36.049 orang warga di provinsi itu telah divaksinasi COVID-19, sebagai upaya pemerintah menekan angka kasus penularan virus corona.

"Selama 57 hari terakhir ini, kita sudah memvaksinasi 36.049 orang tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik dan lansia," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno di Pangkalpinang, Minggu.

Ia mengatakan kegiatan vaksinasi COVID-19 kepada 36.049 orang dengan rincian 22.037 orang tenaga kesehatan, 10.945 orang petugas pelayanan publik dan 3.049 orang masyarakat lanjut usia tersebar di Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.

"Melihat perkembangan yang positif dari vaksinasi gelombang pertama yang menyasar SDM kesehatan sedang dituntaskan, dan untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi demi mencapai kekebalan kelompok secara lebih luas lagi," ujarnya.

Sementara itu, vaksinasi tahap kedua vaksinasi kepada kelompok prioritas yakni petugas pelayanan publik dan masyarakat lanjut usia terus dilakukan percepatan, karena dinilai masih rendah.

"Kami mendukung penuh kebijakan Gubernur Kepulauan Babel membentuk tim percepatan vaksinasi COVID-19 untuk mewujudkan kekebalan komunitas dari serangan Covid-19," ujarnya.

Menurut dia Saat ini pemerintah provinsi berfokus untuk menyukseskan program vaksinasi massal Covid-19, sebagai upaya pemerintah untuk menangani Covid-19 secara berkelanjutan yakni kesehatan pulih, ekonomi bangkit.

"Vaksin Covid-19 bermanfaat, aman, dan sehat karena sudah diuji secara klinis dan mendapatkan izin penggunaan dari lembaga resmi yaitu Badan Pengawas Obat Makanan (BPOM) RI serta dinyatakan kehalalan dan kesuciannya berdasarkan fatwa dan sertifikasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)," katanya.

Oleh karena itu masyarakat tak perlu ragu karena vaksin ini telah teruji keamanan, mutu, serta khasiat dan kehalalannya.

"Ini yang musti menjadi perhatian kita semua agar lebih peduli dengan meningkatkan kewaspadaan dini. Kita tak boleh lengah maupun panik, harus tetap awas, waspada dan juga peduli," katanya. (ant)