Vaksin Gratis, Ekonomi RI Diprediksi Tumbuh 3-5 Persen Pada 2021

Daurina Lestari, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pemberian vaksin gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia diyakini bisa mempengaruhi pergerakan ekonomi domestik. Sebab, masyarakat mulai yakin untuk beraktivitas kembali di luar rumah.

Pakar Ekonomi dan Keuangan dari Universitas Kristen Indonesia (UKI), Roy Sembel mengatakan, dengan itu ekonomi Indonesia akan menguat pada 2021, dengan pertumbuhan berkisar 3-5 persen.

Demikian disampaikannya dalam Outlook Indonesia 2021 bertajuk Peluang dan Tantangan di Bidang Ekonomi, Sosial-Politik, dan Hukum seperti dikutip Sabtu, 19 Desember 2020.

"Vaksin COVID-19 secara gratis akan memberikan dampak positif bagi keadaan psikologis masyarakat. Peran serta seluruh elemen masyarakat dapat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Kronologis Dua Anggota Polisi Dianiaya Saat Bubarkan Aksi 1812

Roy menekankan, ekonomi Indonesia sudah mulai tertekan COVID-19 sejak kuartal I-2020 yang hanya tumbuh 2,97 persen secara Tahunan. Lalu, terkontraksi hingga minus 5,32 persen pada kuartal II.

"Kuartal III dan IV, mulai ada perbaikan. Indonesia memiliki potensi digital ekonomi yang besar, dan perguruan tinggi dapat mengembangkan sumber daya manusia di bidang digital ekonomi,” tuturnya.

Selain itu, pemerintah dan DPR dikatakannya juga telah menelurkan aturan perbaikan regulasi melalui Omnibus Law Cipta Kerja yang ramah terhadap aliran modal dalam maupun luar negeri.

“Indonesia memiliki kekuatan keanekaragaman hayati yang berpotensi dapat menurunkan tingkat kesenjangan ekonomi masyarakat. Diprediksi di tahun 2021, investasi akan semakin meningkat,” ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, memproyeksikan fase pemulihan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mulai terjadi pada kuartal II-2021. Setelah itu ekonomi akan terus tumbuh sesuai target pemerintah.

Menurut dia, pada fase itu, ekonomi akan mulai pulih kembali ke posisi awal seperti saat sebelum Pandemi COVID-19 merebak. Yakni, pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5 persen.

"Terutama pada kuartal II dan III, dan ini akan menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan minimal 5 persen," kata dia, Selasa, 10 November 2020.