Vaksin Hibah Tak Dijual, Hanya Digunakan Untuk Difabel

·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan program vaksinasi berbayar bukan menggunakan vaksin hasil hibah negara sahabat. Vaksin yang diperoleh dari hibah negara lain itu tidak dijual dan akan digunakan untuk kepentingan vaksinasi yang gratis.

"Saya ingin memastikan bahwa 500 ribu dan akan tambah lagi 250 ribu hibah pribadi dari raja EUA tidak dijual oleh Bio Farma. Hibah itu dipegang oleh kami, kami sangat hati-hati setiap mau mengeluarkan," kata Budi dalam rapat bersama Komisi IX, Selasa 13 Juli 2021

Menurut Budi, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan arahan mengenai vaksin dari hibah yang diberikan negara lain. Jokowi menginginkan vaksin hibah itu diperuntukkan kepada kaum difabel yang berada di zona merah.

"Arahan bapak presiden vaksin ini tadinya mau dipakai untuk haji. Tapi karena tidak jadi, diarahkan ke difabel. Ini diberikan sebagai jatah pribadi ke difabel-difabel yang ada di zona merah," ujar Budi

Sebelumnya, Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon, mengkritik program vaksinasi berbayar yang dilakukan melalui BUMN. Menurutnya vaksinasi semestinya gratis diberikan kepada rakyat.

Selain itu Fadli juga menyindir agar Pemerintah tidak menggunakan vaksin hibah dari negara sahabat untuk melakukan vaksinasi berbayar. Jangan sampai ada yang mengambil keuntungan dari program vaksin ini.

"Semoga juga bukan vaksin hibah negara sahabat yang diperjualbelikan," tulis Fadli dalam akun Twitter pribadinya @fadlizon, Senin kemarin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel