Vaksin Merah Putih Dorong Indonesia Mandiri dan Buka Peluang Ekspor

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia saat ini tengah berusaha untuk mandiri dalam pengadaan vaksin Covid-19. Kehadiran vaksin merah putih diharapkan bisa mewujudkan hal tersebut.

Vaksin merah putih ini dikembangkan oleh konsorsium nasional yang melibatkan Lembaga Biologi Molokuler Eijkman, perguruan tinggi, dan lembaga-lembaga penelitian lain. Untuk proses pengujian seperti praklinik dan uji klinik dilakukan oleh perusahaan BUMN, PT Bio Farma (Persero).

Eijkman akan mengirimkan bibit vaksin Covid-19 kepada Bio Farma pada Maret 2021 untuk proses pengujian lebih lanjut, termasuk praklinik dan uji klinik.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek, Ali Ghufron Mukti, mengatakan untuk tahap awal vaksin merah putih nantinya akan memenuhi kebutuhan dalam negeri terlebih dahulu. Namun rencana ke depan juga untuk diekspor ke luar negeri.

"Untuk kebutuhan dalam negeri kita penuhi terlebih dahulu, lalu kita juga berorientasi ekspor. Karena sekarang kita belum bisa memenuhi sendiri, masih impor," kata Ghufron dalam diskusi daring Vaksinasi Kian Meniti, Indonesia Bebas Pandemi, pada Selasa (9/2/2021).

Kemandirian Indonesia dalam vaksin ini dinilai sangat penting. Salah satunya karena nilai ekonomi dari vaksin tersebut yang sangat besar, sehingga akan sangat penting untuk perekonomian di masa depan.

"Vaksin ini adalah bisnis besar, maka kita harus mampu mandiri. Jadi kemandirian bangsa ini sangat penting untuk ekonomi karena ekonomi yang bagus adalah yang berbasis inovasi," jelasnya.

Tidak hanya soal vaksin, bahkan untuk peralatan kesehatan pun Indonesia dinilai harus bisa mandiri.

Tak Tergantung Impor

Ilustrasi Foto Vaksin (iStockphoto)
Ilustrasi Foto Vaksin (iStockphoto)

Juru Bicara Vaksinasi PT Bio Farma (Persero), Bambang Heriyanto, menambahkan bahwa Bio Farma sangat berharap Indonesia bisa mandiri dengan memproduksi vaksin meraha putih untuk menggantikan impor. Bukan hanya dalam pengembangan vaksin, tapi juga memproduksinya di dalam negeri.

Bio Farma, kata Bambang, terus berkomunikasi dengan konsorsium riset dan inovasi Covid-19 untuk mendukung pengembangan vaksin merah putih.

"Kita memang harus mandiri di atas kaki sendiri untuk bisa memproduksi. Bio Farma dengan kemampuan yang ada saat ini mudah-mudahan bisa menyinergikan apa yang dilakukan lembaga pemerintah dan perguruan tinggi dalam berbagai berbagai riset vaksin Covid-19," jelasnya.

"Sehingga selain kebutuhan dalam negeri, kita juga bisa ekspor untuk negara-negara yang membutuhkan vaksin," sambungnya.

Terlepas dari kehadiran vaksin Covid-19, Bambang menegaskan agar masyarakat terus menjalankan protokol kesehatan agar bisa keluar dari pandemi ini.

"Jangan sampai lengah dengan adanya vaksin, karena harus tetap menjaga protokol kesehatan dan pola hidup bersih," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: