Vaksin Novavax dan Pfizer Tiba di RI pada Bulan Juni-Juli

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Indonesia akan kedatangan lagi vaksin COVID-19 terbaru untuk rakyat Indonesia pada bulan depan yakni Juni dan Juli. Vaksin itu adalah Novavax dan Pfizer.

Seperti diketahui, warga Indonesia saat ini sudah menggunakan vaksin COVID-19 dengan merek Sinavac, AstraZaneca dan Sinopharm.

"Tahap pertama, vaksin Sinovac, akhirnya Maret dan April kita kedatangan vaksin AstraZeneca di bulan Juni dan Juli ada vaksin Novavax dan Pfizer kita akan gunakan," kata Juru Bicara Vaksinasi COVID-19, Nadia Tarmizi dalam acara diskusi ‘Vaksinasi Gelombang Ketiga Dimulai’ Selasa, 18 Mei 2021.

Baca juga: Malaysia dan Singapura Sudah Lockdown, Ini Perintah Jokowi

Sebenarnya, lanjut dia, vaksin yang didatangkan dari luar negeri, baik jenis vaksin pertama dan yang akan datang itu sama saja. Semuanya untuk menjaga kekebalan tubuh dan mencegah agar terhindarnya dari wabah corona.

"Jadi selalu kita ingat, bahwa WHO sendiri [mengatakan] jangan memilih vaksin karena semua vaksin itu sama baiknya. Artinya, vaksin uji lolos tahap ketiga dan WHO sudah me-list sebagai vaksin bisa digunakan ini sama kualitasnya dan keamanan dan manfaat," katanya.

Sejauh ini, pemerintah telah mengatur prioritas vaksin kepada kelompok masyarakat yang ada di Tanah Air. Pertama, vaksin digunakan untuk para tenaga kesehatan yang mempunyai risiko tinggi tertularnya wabah COVID-19 tersebut.

"Karena kita tahu akan sangat mudah terpapar dapat menularkan virus ke keluarganya, pasien yang dirawatnya dan lingkungan sekitarnya," katanya.

Kedua, vaksin diberikan kepada kelompok lansia dan ketiga, kelompok pekerja sosial yang memiliki risiko atau yang bisa disebut yaitu pemberi pelayanan publik.

Selanjutnya, kata dia, vaksinasi untuk masyarakat umum. Target sasaran kurang lebih ada 140 juta. Kemudian, siapa saja masyarakat umum yang akan mendapatkan vaksin pada tahap selanjutnya itu?

"Pertama, masyarakat yang dilihat dari aspek geospasial artinya mereka ini yang tinggal secara geosgrafis memliki angka kejadian COVID-19 yang tinggi atau terus menerus terjadi, cenderung tidak terjadi penurunan," katanya.

Kedua, masyarakat rentan dari aspek ekonomi. Artinya ekonomi ke bawah secara sosial kurang beruntung. "Termasuk tadi kelompok dengan disabilitas gangguan jiwa kita dahulukan dulu pada proses vaksinasi," tambahnya.