Vaksin Nusantara Banyak Dikritik, Saleh: Untuk Kebaikan

Agus Rahmat, Anwar Sadat
·Bacaan 2 menit

VIVAVaksin Nusantara yang diinisiasi oleh dr Terawan, menimbulkan beragam respon. Tidak sedikit yang mengkritik, dengan menyebut vaksin tersebut menggunakan sel dendritik sulit dan diperkirakan akan menelan biaya yang cukup mahal.

Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay mengatakan, semestinya penelitian dan pengembangan vaksin yang dilakukan oleh anak Indonesia harus didukung. Sebab diharapkan vaksin yang dibuat nanti, dapat menjawab kebutuhan mendesak saat ini dalam memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 di Indonesia.

"Jadi sebetulnya penelitian dan pengembangan vaksin yang dilakukan oleh anak-anak bangsa kita tentu harus diapresiasi. Karena bagaimanapun harapan kita bahwa kita bisa berdaulat dalam berbagai hal termasuk dalam pengembangan vaksin seperti ini," kata Saleh Daulay kepada VIVA, Rabu 24 Februari 2021.

Baca juga: Mutlak Direvisi, UU ITE Dinilai Banyak yang Menyalahgunakan

Saat ini, lanjut mantan Ketum Pemuda Muhammadiyah itu, penelitian Vaksin Nusantara sudah berjalan cukup baik. Memasuki tahap uji klinis selanjutnya.

"Kebetulan ini kan bahwa mereka sedang mau masuk pada uji klinis fase kedua berarti kan sudah ada pergerakan yang signifikan dari penelitian ini karena itu (perlu) untuk dilanjutkan," jelasnya.

Saleh yang juga Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR ini juga mengatakan, saat ini kebutuhan vaksin dalam negeri cukup besar. Karena itulah PAN sangat mendukung jika Indonesia mampu memproduksi vaksin sendiri untuk membantu mencukupi kebutuhan dalam negeri.

"Misalnya ada berbagai macam kritik yang disampaikan kepada penelitian yang sedang dilakukan, saya kira itu hal yang wajar saja dilakukan karena dengan kritik itu justru bisa menyempurnakan penelitian yang sedang dilakukan. Dan para pelaku kritiknya kita berharap memberikan solusi juga dan juga memberikan catatan yang dapat menyempurnakan dari penelitian yang sedang dilakukan," jelasnya.

Saleh meminta kepada para pihak yang mengkritik agar tak hanya asal kritik, tetapi juga mampu memberikan solusi. Selain itu, bagi para pihak yang ingin melakukan penelitian vaksin, menurutnya harus diberikan kesempatan.

"Kalau ada yang melakukan penelitian lain silahkan saja, nggak boleh ditutupi dan dilarang-larang, kalau bisa saling menyempurnakan," ujarnya.