Vaksin Pfizer Bakal Masuk Ke Indonesia Bulan Depan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Vaksin Pfizer bakal masuk ke Indonesia bulan depan. Vaksin Pfizer telah dijadwalkan akan masuk ke Indonesia pada bulan Agustus 2021 secara bertahap dengan total 50 juta dosis. Rencana kedatangan Pfizer itu diharapkan dapat membantu upaya akselerasi program vaksinasi nasional di semester dua atau Juni-Desember 2021.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menginformasikan bahwa proses pemberian izin penggunaan darurat (EUA) vaksin COVID-19 asal perusahaan farmasi Amerika Serikat, Pfizer, masih dalam tahap finalisasi.

Rencananya vaksin tersebut akan datang ke Indonesia secara bertahap. Setiap bulan akan ada 5 hingga 12 juta dosis vaksin COVID-19 produksi Pfizer masuk ke Indonesia. Sekitar 50 juta dosis vaksin Pfizer ini telah disepakati untuk bisa didistribusikan.

Vaksin Pfizer ini diperuntukkan vaksinasi tahap ketiga dengan target usia di atas 18 tahun. Vaksin COVID-19 ini nantinya didistribusikan ke seluruh wilayah yang memiliki sarana penyimpanan vaksin -17 derajat celsius.

Dilansir dari akun Youtube Sekretariat Presiden Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa bulan Agustus nanti akan masuk dari Pfizer, sehingga jumlah vaksin yang masuk di semester kedua tahun ini akan menjadi semakin banyak. Sementara itu, merek vaksin yang diterima oleh Indonesia saat ini yaitu Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

Dikutip dari akun media sosial Instagram @kemenkes_ri, saat ini total vaksin dari semua merek yang telah diterima Indonesia sebanyak 99.226.800 dosis. Dan donasi vaksin gratis dari Covax GAVI akan kembali masuk pada bulan Juli. Sementara untuk vaksin dari Pfizer akan masuk bulan Agustus.

Terakhir, Indonesia mendapatkan tambahan vaksin COVID-19 pada tahap ke-18 dan 19 sebanyak 14 juta dosis bulk vaksin Sinovac yang tiba pada Rabu, 30 Juni 2021 dan juga 998.400 dosis vaksin AstraZeneca bantuan dari Pemerintah Jepang pada Kamis, 1 Juli 2021.

Kemenkes pun menegaskan dengan tambahan vaksin yang semakin banyak, maka pelaksanaan vaksinasi bisa semakin dipercepat dan diperluas.

"Masyarakat kembali diimbau bahwa vaksinasi tidak menjamin seseorang kebal 100% terhadap paparan Covid-19. Vaksinasi merupakan ikhtiar untuk mengurangi tingkat kesakitan dan mencegah kematian, untuk itu kewaspadaan tetap harus kita lakukan dengan protokol kesehatan yang ketat," jelasnya dalam postingan Instagram @kemenkes_ri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel